Mantan Petugas Pemilu Amerika, Georgia Mengaku Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Donald Trump “Fitnah” Dirinya

Mantan petugas pemilu Amerika Georgia Wandrea mengaku menerima ancaman pembunuhan setelah Donald Trump menyebut dirinya terlibat konspirasi

Mantan Petugas Pemilu Amerika, Georgia Mengaku Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Donald Trump “Fitnah” Dirinya
Mantan Petugas Pemilu Amerika, Georgia Mengaku Dapat Ancaman Pembunuhan

INILAHKORAN, Bandung- Mantan petugas pemilu Amerika Georgia Wandrea ArShaye “Shaye” Moss menjadi emosional ketika menceritakan ancaman pembunuhan.

Ancaman tersebut Georgia Wandrea terima setelah dia dan ibunya Ruby Freeman disebutkan oleh mantan Presiden Donald Trump dan pengacaranya Rudy Giuliani dalam konspirasi terkait pemilu 2020, selama DPR 6 Januari Sidang komite pada hari Selasa, 21 Juni.

Setelah menunjukkan klip Giuliani yang menuduh dua petugas pemilu mendalangi kecurangan dalam sidang senat negara bagian, Georgia Wandrea mengatakan bahwa dia menerima banyak ancaman yang mengancam kehidupannya.

Baca Juga: Cara Cek Hasil SBMPTN 2022 di pengumuman-sbmptn.ltmpt.ac.id

Selain ancaman terhadap dirinya, ternyata ibunya juga terkena dampak yang menyeramkan di sosial media berupa ancaman pembunuhan serupa.

Setelah dia mengingat ancaman pembunuhan, komite memutar rekaman Trump yang menuduh Moss dan Freeman sebagai penipu suara.

Dalam panggilan telepon ke Menteri Luar Negeri Georgia Brad Raffensperger, Mereka bertanya betapa mengerikan perasaannya mendengar mantan presiden menyebut namanya.

“Saya merasa tidak enak pada ibu saya karena memilih pekerjaan ini dan menjadi orang yang selalu ingin membantu dan selalu ada bagi orang lain,” kata Georgia Wandrea dikutip dari HollywoodLife.

Sepanjang sidang kasus tersebut baru-baru ini, komite telah berbagi banyak bukti yang sebelumnya tidak terlihat, mencoba memberikan jawaban atas serangan itu.

Salah satu video menunjukkan anggota Kongres Republik Barry Loudermilk dari Georgia memberikan tur kepada sekelompok orang pada 5 Januari.

Termasuk orang-orang yang menghadiri rapat umum pada hari berikutnya.

Dia telah diminta untuk duduk untuk wawancara dengan komite setelah rekaman video orang-orang dalam turnya direkam membuat pesan ancaman terhadap politisi Demokrat.

Georgia mengaku akan terus mengembalikan nama baiknya yang tercoreng karena ulah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran