Mardiono Minta Kebutuhan Pompa Air Petani Bojongsoang Segera Didata
Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan M Mardiono meminta kebutuhan pompa air petani di Bojongsoang, Kabupaten Bandung segera didata.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan M Mardiono meminta kebutuhan pompa air petani di Bojongsoang, Kabupaten Bandung segera didata untuk mendukung produktivitas pertanian.
Fasilitas tersebut dinilai penting karena petani setempat masih mengandalkan air sungai untuk mengairi sawah.
Permintaan itu disampaikan Mardiono, saat membuka panen raya padi bersama Kelompok Tani Sumber Tani Jaya di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Minggu (11/10/2026).
Mardiono mengaku mendapat informasi bahwa persawahan di kawasan tersebut belum ditunjang sistem irigasi yang memadai. Petani harus mengambil air dari sungai di seberang kawasan persawahan, sehingga membutuhkan pompa air untuk menunjang kegiatan produksi.
Dia meminta ketua kelompok tani segera berkoordinasi, untuk menghitung kebutuhan pompa air yang diperlukan. Pendataan tersebut diharapkan menjadi langkah awal, agar bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani di lapangan.
“Berapa kebutuhannya untuk pompa air, supaya nanti tidak tadi kesulitan manakala pada saat musim panen pompa airnya tercukupi,” ujar Mardiono.
Meski demikian, Mardiono mengakui proses pengajuan bantuan tidak bisa dilakukan secara cepat, karena keterbatasan waktu.
Selain kebutuhan pompa air, Mardiono menyoroti kendala penyediaan bahan bakar solar untuk mengoperasikan peralatan pertanian tersebut. Ia meminta aparat keamanan setempat dapat membantu mengawal petani, agar tidak kesulitan mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkan.
Menurutnya, jangan sampai kebutuhan petani terhambat oleh persoalan penyaluran solar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Ia menilai koordinasi antara kebijakan pemerintah dan pelaksanaan di lapangan perlu diperbaiki, agar kebutuhan operasional pertanian dapat terpenuhi.
“Ini enggak nyambung antara kebijakan negara, kebutuhan negara dengan aparatur negara. Ini harus kita sambungkan,” tegasnya.
Mardiono menambahkan, pemenuhan kebutuhan sarana pertanian merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan, Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas untuk menjaga kemandirian, sekaligus martabat bangsa.
Maka dari itu, ia mengapresiasi para petani Bojongsoang yang tetap mempertahankan lahan produktif di tengah perkembangan kawasan permukiman. Menurutnya, keberadaan sawah di wilayah tersebut perlu dijaga agar tidak tergerus alih fungsi lahan.
Mardiono juga meminta pemerintah daerah dan pemangku kebijakan, memastikan perlindungan kawasan pertanian berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas. Dukungan infrastruktur, termasuk pompa air, dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Dia berharap, kelompok tani terus berkoordinasi dengan pemerintah agar kebutuhan sarana produksi dapat teridentifikasi dengan baik dan upaya memperkuat ketahanan pangan berjalan lebih optimal.
Tidak hanya itu, dia mengaku juga akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk melindungi kawasan pertanian guna mempertahankan ketahanan pangan.
Bahkan, dia siap membangun pilot project pada kelompok tani yang memiliki lahan minimal 30 hektare, dalam mengoptimalisasi produksi dengan mengurangi pupuk kimia.
"Saya siap jadi bapak asuh. Karena secara umum, pH di dalam tanah pertanian kita itu sudah turun. Saya telah melakukan penelitian di daerah Karawang, ternyata pH tanah-tanah produksi di daerah Karawang itu pH-nya sudah di bawah 5 persen. Maka kalau kandungan tanahnya memiliki pH sekitar 4 persen, mustahil 1 hektar itu bisa mencapai 5 ton. Akhirnya apa? Petani merugi," katanya.
Sebab itu, hal ini harus disiasati agar hasil produksi maksimal, terlebih pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo memprioritaskan ketahanan pangan.
"Nah, ini yang sedang kita tangani semua, tapi kita perlu mendapatkan dukungan dari semua para kelompok tani," katanya.
Editor : Doni Ramdhani
