INILAH, Jakarta- Mahalnya tarif tol baik yang jarak jauh ataupun jarak pendek membuat sebagian masyarakat mengeluh.
Menurut Ketua Institut Transportasi (Instran) Darmaningtyas, mahalnya tarif tol tidak terlepas disebabkan besaran investasi dan juga jangka waktu konsesi lahan yang diberikan negara kepada investor.
Menurut Darmaningtyas selama yang membangun jalan tol adalah pihak swasta baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun swasta murni maka selama itu pula besaran tarif ditentukan nilai investasi yang telah dikeluarkan.
Selain ruas jalan tol pendek, Darmaningtyas mencontohkan rupanya ruas jalan tol panjang seperti tol Trans Jawa masih tergolong mahal baik bagi masyarakat biasa ataupun bagi pelaku usaha.
"Lamanya konsesi lahan juga turut mempengaruhi tarif tol yang berlaku. Semakin pendek konsesi lahannya maka akan semakin tinggi pula tarif jalan tolnya," kata Darmaningtyas di Jakarta, Selasa (26/02/2019).
Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memiliki pandangan yang sama dengan pengamat transportasi Darmaningtyas terkait masih mahalnya tarif tol Trans Jawa yang tergolong ruas tol jarak jauh.
Dia menjelaskan, mahalnya tarif tol tersebut membuat sejumlah ekspektasi atas keberadaan jalan tol yang panjangnya mencapai 1.167km iu terancam gagal.
Diantaranya yaitu ekspektasi jalan tol Trans Jawa menjadi instrumen untuk menurunkan biaya logistik dikarenakan mayoritas angkutan trk tidak mau masuk ke dalamnya.
Berdasarkan keterangan dari Ketua Aptrindo (Gemilang Tarigan), lanjut Tulus, para sopir angkutan logistik itu tidak dibekali biaya untuk masuk jalan tol kecuali tol Cikampek.
Truk baru akan masuk ke dalam jalan tol Trans Jawa jika biaya tol ditanggung penerima barang karena biayanya terlalu mahal bagi para pengusaha truk untuk menanggungnya sendirian.
Menurutnya, sudah sepatutnya pemerintah mengkaji ulang penerapan tarif jalan tol Trans Jawa. Sebab selain tarifnya yang tergolong masih mahal juga mengakibatkan dampak lain yaitu rendahnya volume trafik kendaraan yang melalui ruas jalan tol tersebut.
"Masih tampak sepi, lengang. Bak bukan jalan tol saja, terutama selepas ruas Pejagan. Oleh karena itu, usulan agar tarif tol Trans Jawa dievaluasi/diturunkan, menjadi hal yang rasional. Masih sepinya jalan tol Trans Jawa, jelas dipicu oleh tarif tol yang mahal itu," paparnya.