Kepedulian Sang Mantan Terkait Persoalan Sampah Kota Bogor, Bima Arya Kembali Ikut Menyoroti
Semenjak lengsernya Bima Arya sebagai wali kota, persoalan sampah Kota Bogor semakin rumit. Truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor yang rusak berimbas pada TPS di Gang Ardio, Kecamatan Bogor Tengah terlantar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Semenjak lengsernya Bima Arya sebagai wali kota, persoalan sampah Kota Bogor semakin rumit. Truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor yang rusak berimbas pada TPS di Gang Ardio, Kecamatan Bogor Tengah terlantar.
Sebelumnya, persoalan sampah Kota Bogor dipicu adanya aksi mogok para sopir pengangkut sampah beberapa waktu lalu. Bahkan, pada Jumat 12 Juli 2024, Bima Arya memposting adanya tumpukan sampah di Gang Roda, Jalan Suryakancana.
Pantauan di lapangan, terlihat di TPS Gang Ardio yang dekat rel kereta itu tumpukan sampahnya meluber. Dari informasi yang dihimpun, persoalan sampah Kota Bogor itu akibat pengangkutan sampah dari DLH telat dan tidak maksimal akibat truknya rusak.
Ketua RT 01 Bio Caraswalaz mengatakan, kondisi itu mulai terjadi sekitar satu bulan yang lalu.
"Pada minggu ini telat dua hari ngangkutnya. Tapi, kalau dikalkulasikan kondisi tersebut sudah terjadi sebulan lah," ungkapnya.
Ia melanjutkan, akibat kondisi yang memprihatinkan, warga sekitar kerap mengeluhkan dampak sampah dilokasi ini. Mulai dari bau, licin, serta munculnya banyak lalat-lalat.
"Yang buang disini itu 3 RW. Di RT saya juga ada 80 rumah. Nah buangnya memang di TPS itu," tambahnya.
Bio berharap, pengangkutan sampah oleh DLH bisa lancar.
"Kondisi sekarang itu karena yang diangkutnya itu ya sekitar 30 persen lah. Jadi sampahnya nambah lagi nambah lagi," harapnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Persampahan pada DLH Deden Adi Suryadi mengatakan tumpukan sampah di TPS ini sudah diangkut.
"Hari tadi sudah ada pengangkutan meskipun belum maksimal. Insyaallah pengangkutan akan terjadwal lagi," tuturnya kepada wartawan.
Deden tidak menampik, bahwa hal ini disebabkan karena keterlambatan pengangkutan.
"Pertama kendaraan truk kami masih dalam perbaikan dan menungnggu normal di TPA Galuga karena armada kita tiap harinya antri untuk membuang sampah ke TPA galuga," terangnya.
Terpisah, dalam postingan video di Instagram pribadi Bima Arya Sugiarto, tertulis 'Niat mau ngopi, malah dicurhati @unclejokopi.id'.
"Gang Roda di Surken ini salah satu wajah Bogor. Yang ngopi atau kulineran ke tempat ini dari berbagai daerah di luar Bogor. Sayang, kondisinya seperti ini. Sampah berserakan dan bau pesing. Padahal ini potensi pendapatan daerah. Warga harus ikut mengawasi. Petugas harus rajin inspeksi. Karena konsistensi adalah koentji," sebut Bima dalam keterangan videonya.
Editor : Doni Ramdhani
