Masih Saja Pungli Padahal Pejabat Disdik Kab Bandung Sering Diingatkan

Masih Saja Pungli Padahal Pejabat Disdik Kab Bandung Sering Diingatkan
Ketua Komisi D  DPRD Kabupaten Bandung, Maulana Fahm/foto: INILAH/Dani Rahmat Nugraha

INILAH,Bandung- Ketua Komisi D  DPRD Kabupaten Bandung, Maulana Fahmi prihatin dengan adanya kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Maman Sudrajat oleh Tim Saber Pungli Provinsi Jabar pada, Jumat (3/1/2020) lalu.

"Saya sangat prihatin dengan kasus OTT di lingkungan Dinas Pendidikan itu. Padahal, seringkali dalam setiap kesempatan kami di Komisi D mengingatkan jajaran Disdik untuk berhati hati, jangan sampai terlibat atau melakukan pungli. Kejadian ini juga harus menjadi pelajaran bagi eksekutif dan juga legislatif jangan sampai terjadi lagi, bertindaklah profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya masing masing," kata Fahmi, Minggu (6/1/2020).

Fahmi juga mengapresiasi langkah tim Saber Pungli Jabar yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Dengan adanya OTT ini semoga semakin membuka mata dan hati semua pihak terkait agar tidak melakukan perbuatan serupa. Karena memang tindakan pungli ini sangat merugikan masyarakat yang seharusnya mendapatkan hak pendidikan yang baik dan berkualitas.

"Pungli di dunia pendidikan itu sudah sangat memprihatinkan. Makanya dari mulai tingkat daerah hingga nasional terus diingatkan. Agar lingkungan pendidikan itu tidak terus menerus dibebani oleh masalah seperti ini. Para pendidik harus konsen pada urusan pendidikan jangan dibebani pungli dan lainnya," ujarnya.

Meski demikian, Fahmi juga meminta agar semua pihak tetap mengedepankan aza praduga tak bersalah dalam kasus OTT tersebut. Kata dia, serahkan kepada penegak hukum.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Maman Sudrajat bersama tiga kepala sekolah SMP di Kabupaten Bandung terkena operasi tangkap tangan (OTT), diduga terkait pungutan liar (pungli). Mereka kena OTT Satgas Saber Pungli Provinsi Jabar, di SMPN 1 Pameungpeuk, Kab Bandung, sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (3/12/20) lalu.

Ketiga kepala sekolah yang turut terjaring OTT itu antara lain Sut Kepsek SMP Bina Taruna,  AH Kepsek SMPN 2 Cileunyi, LS Kepsek SMPN 3 Rancaekek dan TBR Kepsek SMPN 1 Pamengpeuk. Turut diamankan pula Didik selaku supir dari pelaku Maman Sudrajat.

Menurut informasi yang dihimpun dari Ketua Tim Tindak 1 Satgas Saber Pungli Kompol Warna SH,  Maman diduga melakukan pungli terhadap 7 Kepsek SMP di Kabupaten Bandung, masing masing Kepsek dipungut uang sebesar Rp 7,5 juta. Diduga uang pungutan tersebut berkaitan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan Pemerintah Pusat untuk bantuan sekolah sekolah tersebut.

Dari hasil OTT tersebut, tim Saber pungli mengamankan uang tunai sebesar Rp 52,5 juta yang dibungkus kantong keresek hitam bercampur dengan makanan sanck. Uang tersebut diamankan dari mobil pelaku Maman.

Kemudian tim mengamankan 6 orang saksi tersebut membawanya ke Posko Satgas Saber Pungli Jabar untuk dilakukan interograsi. Sebanyak 7 unit ponsel. milik saksi pun diamankan sebagai barang bukti.

"Iya betul Satgas Saber Pungli Jabar ada kegiatan tangkap tangan kemarin terhadap Kabid SMP Disdik Kabupaten Bandung, berinisial Ms," kata Sekretaris II Saber Pungli Jabar, Dr Rusman SH., MH melalui ponselnya, Minggu  (5/1/2020).(rd dani r nugraha).


Editor : JakaPermana