Mau Bantu Santri, Yuk Infak Lewat Program Santri Mandiri
Rumah santri melaunching program Santri Mandiri untuk membantu para santri salafi yang notabene ekonomi para santri menengah ke bawah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Rumah Santri yang berada di Desa Pasarean, Pamijahan, melaunching program Santri Mandiri.
Progam Santri Mandiri yang digagas Rumah Santri sendiri lahir atas dasar pemetaan kondisi ekonomi santri salafi yang hampir 50% masuk dalam kategori menengah ke bawah.
Ketua Rumah Santri Ustad Dede Luthfi Afifi menyampaikan bahwa program Santri Mandiri nantinya dikhususkan untuk santri yang kurang mampu agar bisa lebih mandiri secara perekonomian.
Baca Juga: IOF Raker di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Begini Penjelasan Rudy Susmanto
"Kami berharap dengan adanya program Santri Mandiri ini, para santri bisa lebih mandiri dan bisa lebih fokus lagi dalam menimba ilmu tanpa harus terlalu memikirkan keperluan pribadi karena keterbatasan ekonomi orang tuanya." Ucap Ustadz Dede.
Pria yang juga sebagai Ketua MUI Desa Pasarean ini menambahkan butuh semua pihak untuk turut ikut andil dalam menyukseskan program Santri Mandiri tersebut.
"Tentunya kami juga membuka ruang untuk semua pihak terutama kepada para donatur, agar bisa membantu menyukseskan program ini, baik itu secara moril maupun materil," tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ruhiyat Sujana sebagai salah satu penggagas program santri mandiri yang juga sebagai Sekretaris Rumah Santri dan juga anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor.
"Santri merupakan salah satu kelompok generasi penerus yang keberadaannya harus menjadi perhatian kita bersama khususnya Santri yang belajar di pondok pesantren salafi (bale rombeng). Selain itu ada potensi dana umat yang belum terakomidir dengan baik sehingga hal tersebut menjadi pemikiran tersendiri untuk bagaimana caranya mengkolabirasikan dua hal tadi," ujar Ruhiyat.
Ia menjelaskan dengan adanya program Santri Mandiri ini, tentunya menjadi gerbang untuk pemberdayaan santri agar menjadi santri sukses di bidang peternakan domba.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Kecewa, BLT Untuk 2.800 Warga Kota Bogor Gagal Terserap
:Dengan spirit kebersamaan dan saling berbagi, kami juga berharap kedepan Ponpes-ponpes lain bisa menerapkan program ini," jelasnya.
Untuk diketahui, lanjut Ruhiyat. Program Santri Mandiri ini terbuka untuk umum bagi mereka yang mau menginfaqkan hartanya berupa hewan untuk dirawat dan dibesarkan oleh para santri yang kurang mampu.
"Selain itu kami berharap program ini menjadi pembuka bagi program lainnya dan target kami berharap para donator yang menginfaqkan bibit kambing bisa menjadi bapak angkat bagi santri yang memelihara kambing sehingga terjalin hubungan silaturrahmi. Dan sebagai keseriusan sebagai penggagas, saya bersama penggagas lainnya Ustadz Edi Nazmudin mengawali membuat kandang yang sengaja dibuat sebagus mungkin untuk diwakafkan/diinfakkan. Dimulai dari kita untuk memotivasi yang lainnya agar berlomba-lomba dan target kami ditahun ini bisa terbangun puluhan kandang kambing beserta isinya di beberapa pondok pesantren lainnya sehingga semakin banyak santri yang mendapat manfaat dari program ini" lanjut Ruhiyat. *** (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


