Mau Bikin Bisnis Kuliner? Pendiri Dapur Cokelat Bagi-bagi Kiat Penting Nih
Memulai bisnis kuliner tak bisa asal jalan. Kata pendiri Dapur Cokelat, Ermey Trisniarty harus ada konsep yang matang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Pendiri Dapur Cokelat, Ermey Trisniarty, yang telah mempertahankan bisnis selama dua puluh tahun berbagi kiat untuk orang-orang yang ingin merintis bisnis di dunia kuliner. Apa?
Menurut Ermey, ada tiga hal yang patut diperhatikan: konsep, fokus dan berusaha keras sebelum berserah diri kepada Yang Maha Esa.
"Pilih konsep dulu, semua harus ada konsep agar hulu ke hilir bisa tetap konsisten," kata Ermey dalam konferensi pers peluncuran buku "Dapur Cokelat Bercerita", Kamis 7 Oktober 2021.
Baca Juga: Pria Ini Beli Ayam yang Dijual Mail di Kartun 'Upin Ipin', Ternyata Ini Harga Aslinya
Setelah memutuskan apa konsep yang mau diusung, langkah berikutnya adalah fokus dalam berbisnis. Pebisnis harus fokus dalam mempersiapkan diri menghadapi masalah-masalah yang akan muncul ke depan, sebab usaha berbisnis takkan selalu mulus. Pasti ada kerikil-kerikil yang bakal mewarnai perjalanan menuju kesuksesan.
Jenama Dapur Cokelat yang sudah mempertahankan eksistensi selama dua dekade juga menghadapi tantangan-tantangan, salah satunya pandemi COVID-19 yang membuat pemasukan menurun drastis.
Baca Juga: Jelang Kelahiran Anak, Sule Sebut Nathalie Holscher Tak Mau Pakai Babysitter
Dengan fokus terhadap bisnis yang dijalankan, tantangan dan rintangan tidak akan membuat semangat jadi kempes. Pikiran akan fokus dalam mencari jalan keluar agar bisa terus maju dan bertahan. Sebagai contoh, Dapur Cokelat mengeluarkan inovasi berupa produk tepung premix siap masak untuk menunjang kebutuhan dan hobi masyarakat yang harus menghabiskan sebagian besar waktu di rumah akibat pembatasan ruang gerak.
Baca Juga: Pandemi, Pak Haji Garap Bisnis Kuliner
Ketiga, bekerja keras sekuat tenaga dan semaksimal mungkin lalu berserah diri kepada Yang Maha Esa atas hasilnya.
“Fokus pada apa yang kita minati. Pelajari ilmunya. Lalu miliki mimpi dan bekerja keras serta cari peluang untuk mewujudkannya. Percaya pada kemampuan diri sendiri. Bangkit lagi jika jatuh. Terus begitu," ujar Ermey.***
Editor : inilahkoran


