Melalui Agensinya di Cabang AS, HYBE Mulai Sebar Fitnah Mengenai Min Hee Jin dan NewJeans

Kini diketahui bahwa agensi HYBE di canang AS telah memulai sebarkan fitnah mengenai Min Hee Jin dan NewJeans.

Melalui Agensinya di Cabang AS, HYBE Mulai Sebar Fitnah Mengenai Min Hee Jin dan NewJeans
Min Hee Jin dan NewJeans.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini konflik yang melibatkan HYBe, ADOR, Min Hee Jin dan NewJeans terus berlanjut.

Sebelumnya, Justin Baldoni menuduh lawan mainnya, aktris Hollywood Blake Lively, melakukan pelecehan seksual, yang menyebabkan dirinya mendapat dukungan publik sementara Blake menderita kritik.

Namun, baru-baru ini terungkap bahwa tuduhan Justin Baldoni salah, dan dia sebenarnya bekerja sama dengan sebuah perusahaan bernama “TAG PR” untuk mengatur kampanye kotor terhadap Blake Lively.

Ternyata, TAG PR sebenarnya telah diakuisisi oleh HYBE awal tahun ini dengan investasi sebesar 25 juta USD. 

Selain itu, HYBE juga mengontrak manajer TAG PR, Melissa, yang dikenal sebagai kontributor utama kasus Justin Baldoni dan Johnny Depp, untuk mengelola firma tersebut. 

Selain itu, Jeff Benjamin, seorang jurnalis K-Pop ternama, sebelumnya menyatakan bahwa TAG PR, atas nama HYBE, pernah menghubunginya dengan artikel yang "bias" dan "menyesatkan" terhadap NewJeans dan Min Hee Jin.

Dia kemudian memeriksa ulang klaim tersebut dengan para korban sendiri, hanya untuk mengetahui bahwa tidak seorang pun di ADOR (pada saat itu) mengetahui kampanye kotor HYBE. 

Kini setelah isu TAG PR dengan Justin Baldoni dilaporkan, Jeff Benjamin tampaknya merujuk pada pernyataan sebelumnya mengenai HYBE dengan sebuah Tweet yang mengatakan, “Saya tidak pernah berbohong”.

Di sisi lain, dalam kasus Justin Baldoni dan Blake Lively, ditunjukkan dalam sebuah dokumen yang diungkap oleh outlet media New York Times.

Mereka menyebutkan bahwa TAG PR (dan Melissa) secara sengaja menyebarkan teori dan narasi negatif mengenai target mereka melalui platform internet seperti Reddit.

Hal ini juga berlaku untuk NewJeans dan Min Hee Jin yang menimbulkan kekhawatiran tentang dugaan "taktik kotor" agensi tersebut.

Akibatnya, para penggemar membuat tagar #HybeOUT sebagai tren, dengan harapan dapat menyebarkan masalah ini dan menunjukkan ketidaksetujuan mereka terhadap firma tersebut.*** 


Editor : Irma Nurfajri