Ridwan Kamil Bantah Tuduhan Perselingkuhan, Buya Yahya Ingatkan Hikmah di Balik Fitnah
Buya Yahya menjelaskan soal fitnah yang merupakan ujian hidup manusia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya pernah berselingkuh dan bahkan menghamili selebgram Lisa Mariana. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan fitnah yang bermotif ekonomi dan sengaja diulang kembali.
"Saya perlu sampaikan bahwa ini tidak benar dan merupakan fitnah keji yang didaur ulang dengan motif ekonomi," ujar Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil mengakui bahwa dirinya memang pernah bertemu dengan Lisa Mariana, tetapi pertemuan itu hanya terjadi sekali dan dalam konteks selebgram tersebut meminta bantuan untuk pendidikan.
"Permasalahan yang terjadi empat tahun lalu ini sudah selesai dengan bukti-bukti akurat yang tidak terbantahkan. Saat bertemu, yang bersangkutan sudah dalam kondisi hamil," jelasnya.
Lebih lanjut, Ridwan Kamil menegaskan bahwa Lisa Mariana telah meminta maaf secara langsung di hadapan keluarganya atas tuduhan tersebut.
Buya Yahya: fitnah adalah Ujian Hidup
Kasus fitnah yang dialami Ridwan Kamil ini mengingatkan kembali pada pesan Buya Yahya mengenai bagaimana seseorang harus menyikapi fitnah dalam hidup. Dalam sebuah ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bahwa fitnah merupakan bagian dari ujian yang diberikan Allah SWT kepada manusia.
Ia mencontohkan bahwa bahkan Nabi Muhammad SAW, sosok yang paling mulia, pernah menjadi korban fitnah.
"Jangankan kita, Baginda Nabi pun difitnah. Bahkan fitnah yang ditujukan kepada beliau adalah hal yang sama sekali tidak pernah terjadi dan mustahil terjadi," ujar Buya Yahya.
Buya Yahya menekankan bahwa seseorang yang mengalami fitnah harus melihatnya sebagai bagian dari cara Allah SWT untuk mengangkat derajatnya.
"Kalau kita difitnah, belajarlah dari para tokoh besar. Hampir semua orang besar dalam sejarah pernah mengalami fitnah, dan itulah tanda bahwa Allah sedang mengangkat derajatnya," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa fitnah bisa terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah situasi di mana seseorang mungkin pernah berada dalam kondisi yang membuat fitnah tersebut muncul, meskipun ia tidak benar-benar melakukannya.
Sebagai cara menghadapi fitnah, Buya Yahya menyarankan agar seseorang tetap bersyukur, terutama jika dirinya memang tidak melakukan apa yang dituduhkan.
"Jika Anda difitnah, bersyukurlah. Katakan ‘Alhamdulillah, ternyata saya tidak seperti yang mereka tuduhkan.’ Dengan begitu, permasalahan selesai," ujarnya.
Namun, jika ada kesalahan yang memang pernah dilakukan hingga memicu fitnah, maka seseorang tetap harus bersyukur karena itu menjadi cara Allah SWT untuk mengingatkan dan memberi pelajaran.
"Kalau ada unsur kesalahan dari kita, bersyukurlah karena Allah sedang mengingatkan kita. Ini merupakan ajaran dari Imam Ghazali rahimahullah," tambahnya.
Buya Yahya juga menyarankan agar seseorang tidak terlalu reaktif terhadap fitnah yang dilemparkan kepadanya. Sebab, menurutnya, fitnah itu ibarat api yang akan semakin besar jika terus ditanggapi.
"Orang yang memfitnah itu seperti menyalakan api. Jika apinya berkobar, dia akan senang. Tapi jika kita tidak bereaksi, api itu akan padam dengan sendirinya dan akhirnya mereka akan lelah," tandasnya.
Editor : Firda Rachmawati

