Melalui Celengan Tayo, Budi Mengedukasi Sambil Mengais Rejeki

Berawal dari anaknya yang selalu meminta uang untuk jajan, Budi Susilo (36) memiliki ide membuat celengan. Bentuknya dari karakter animasi seperti Tayo hingga Robocar Poli.

Melalui Celengan Tayo, Budi Mengedukasi Sambil Mengais Rejeki
Budi Susilo memperlihatkan hasil produksi celengan berbentuk animasi
Inilah, Bandung - Berawal dari anaknya yang selalu meminta uang untuk jajan, Budi Susilo (36) memiliki ide membuat celengan. Bentuknya dari karakter animasi seperti Tayo hingga Robocar Poli.
 
Dia mengatakan dengan membuat celengan, bisa mengedukasi anaknya untuk berhemat dari usia dini. Dengan bentuk celengan seperti mobil, Budi mengibaratkan uang yang dimasukkan seperti bensin agar mobil bisa berjalan kepada sang anak.
 
"Karena anak senang, akhirnya terpikir untuk memproduksi dan menjualnya," katanya, saat didatangi di rumahnya, Jalan Babakan Sari, Kota Bandung, Kamis (21/2/2019).
 
Celengan yang terbuat dari bahan dasar kardus sebagai rangkanya ini, ditempel dengan kain flanel yang disesuaikan dengan bentuk karakter sehingga menjadi terlihat menarik.
 
Saat ini, Budi bisa memproduksi 400 celengan per bulan dengan berbagai macam model. Dia membuatnya dengan bentuk silinder dan tiga dimensi, karakter kartun yang dia buat, kebanyakan sesuai permintaan anaknya.
 
"Kalo lihat kartun, anak saya suka minta, pah buatin celengan kaya gitu, misalnya bis tayo, tapi karena banyak yang suka akhirnya saya produksi untuk dijual, sekarang ada puluhan bentuk yang saya buat," ujarnya.
 
Budi menjelaskan celengan yang dibuat kebanyakan disalurkan kepada reseller untuk dijual kembali atau sesuai pesanan untuk acara tertentu seperti wisuda atau sebagai souvenir.
 
"Untuk sekarang lebih banyak pesanan dari reseller dan instagram sebagai media iklannya, ada di @celenganflanelbandung dengan harga mulai dari 20ribu sampai 35ribu tergantung ukuran dan model," ujarnya.
 
Budi tidak hanya mendapatkan pesanan celengan ini dari sekitar Bandung saja, tetapi sampai ke luar pulau, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan sampai Papua.
 
Sementara itu, bahan baku pembuatannya didapat dari toko dan warga sekitar yang menjualnya kepada Budi, tetapi dipilih sesuai kebutuhan, seperti kardus yang tipis tapi kokoh.
 
"Kebetulan tempat kita dekat dengan toko swalayan, mereka menawarkan beberapa barang seperti kardus dan peti kayu untuk dimanfaatkan, akhirnya kita manfaatkan jadi celengan ini," ujar Budi.
 
Dengan memproduksi celengan flanel ini, Budi yang sempat tidak memiliki pekerjaan bisa menghasilkan uang dan juga mempekerjakan warga sekitar untuk produksi celengan ini.
 
"Ya sambil bagi-bagi rezeki ke warga sekitar juga, mereka ikut bantu untuk proses produksinya, " pungkasnya.
 


Editor : inilahkoran