Melalui Ekskul Angklung, Berharap Siswa Bisa Berprestasi

Sejumlah siswa-siswi Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 44 Bandung, melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) angklung di lingkungan sekolahnya, Jalan Cimanuk 1, Kota Bandung.

Melalui Ekskul Angklung, Berharap Siswa Bisa Berprestasi
Siswa-siswi SMP Negeri 44 Bandung, peserta ekstrakurikuler angklung. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Sejumlah siswa-siswi Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 44 Bandung, melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) angklung di lingkungan sekolahnya, Jalan Cimanuk 1, Kota Bandung.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan siswa-siswi sekolah tersebut untuk lebih mengenal angklung sebagai warisan leluhur. Setiap satu pekan sekali, mereka berlatih angklung secara bersama-bersama.

Alat musik yang terbuat dari bahan bambu ini, kepopulerannya sudah tak di ragukan lagi, bukan hanya di dalam negeri, bahkan alat musik tradisional ini sudah banyak digunakan dan dimainkan di mancanegara.

Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang terbuat dari bambu. Cara memainkannya cukup mudah hanya dengan menggoyangkannya. Bunyi yang dihasilkan disebabkan benturan badan pipa bambu.

Keberadaan alat musik tradisional angklung khususnya di Jawa Barat, seperti menjadi magnet tersendiri bagi seluruh masyarakatnya. Bukan hanya orang tua, tak sedikit juga angklung kerap kali dimainkan oleh sejumlah anak muda. Bahkan hampir di setiap sekolah, alat musik angklung ini menjadi salah satu pengenalan budaya melalui organisasi ekskul.

"Jadi ekskul angklung ini untuk menampung bakat anak (siswa/i), khususnya di kesenian angklung. Melalui angklung ini, diharapkan anak bisa berprestasi, karena sekarang juga angklung sudah menjadi ikon dunia," kata Koordinator Orangtua Ekskul Angklung SMPN 44 Bandung, Sudirman Laweh.

Sudirman menuturkan, siswa akan berlatih ekskul angklung di luar jam sekolah. Mulai belajar memainkan alat musik angklung, mengulas lagu-lagu yang sudah ada hingga mengulas lagu baru. Ini dilakukan untuk mengasah kemampuan baik individu, maupun secara tim dalam bermain angklung ini.

"Latihannya Selasa dan Sabtu. Belajar angklung juga harus sesuai dengan dinamika, banyaklah yang diajarkan. Sekarang anggota ekskul ini kurang lebih ada 127 siswa," ucapnya.

Keberadaan ekskul angklung di sekolahnya ini, ingin melestarikan atau memelihara salah satu alat musik tradisional yang berasal dari tanah Pasundan ini.

"Kita ingin budaya Sunda ini dilestarikan oleh anak-anak muda. Jangan sampai orang luar negeri jago memainkannya, sementara kita, tidak. Kami ingin memupuk cinta budaya terhadap angklung. Selain itu juga banyak siswa yang mendapatkan jalur prestasi melalui ekskul angklung ini. Ekskul angklung di sini memang sudah diakui," paparnya.

Dikatakan Sudirman, ekskul Angklung SMPN 44 Bandung dinilai sangat aktif. Ini terlihat dari banyaknya mereka tampil di dalam maupun luar sekolah. Beberapa tempat yang pernah mereka sambangi yakni, pembukaan masjid di salah satu mal di Kota Bandung, stasiun televisi Bandung maupun Jakarta dan di beberapa kampus perguruan tinggi.

"Kalau acara di sekolah biasanya acara menyambut tamu, acara pensi, perpisahan dan lainnya," ujarnya.

Dia menilai, ekskul Angklung SMPN 44 Bandung, memberikan dampak yang luar biasa bagi siswa-siswi yang terlibat di dalamnya. Selain mereka bisa mengenal alat musik tradisional dari Jawa Barat, ekskul ini juga secara tidak langsung mengajarkan siswa untuk berprestasi, disiplin, dan tentunya belajar berorganisasi di dalamnya.

"Secara tidak langsung kan, mereka juga diajarkan untuk solidaritas tinggi, membentuk karakter yang positif, banyaklah," imbuhnya.

Ada satu hal yang cukup menarik di dalam ekskul ini. Kepengurusan ekskul angklung ini melibatkan pihak orang tua siswa di dalamnya. Sehingga, peran orang tua di ekskul ini dinilai sangat besar, bahkan para orang tua ini kerap kali memotivasi seluruh anggotanya untuk terus berprestasi.

"Meskipun ini ada di ruang lingkup sekolah, tapi perang orang tua di ekskul ini sangat tinggi. Kami selalu membantu misal ada tampil, dari tata riasnya, koordinasi, pakaian dan lainnya. Jadi menurut saya ini sangat bagus," ucap Sudirman.

Dia berharap, keberadaan ekskul Angklung di SMPN 44 Bandung bisa menjadi wadah yang tepat bagi peserta didiknya, dan juga bisa membanggakan orang tua, sekolah bahkan diri sendiri. Selain itu juga, ada pihak sponsor yang men-support kegiatan ekskul angklung di sekolahnya ini. Pasalnya, Angklung SMPN 44 Bandung dinilai sangat bagus.

"Harapan untuk siswa tetap berprestasi, anak-anak juga bisa memiliki karakter, karena dari seni mereka bisa berpikir positif," tambah Sudirman. (okky adiana)


Editor : suroprapanca