Menanti Kepastian Jumlah Wasit Asing di Sisa Liga 1 2024/2025: PSSI Masih Kaji Ketersediaan, Klub Berharap Keadilan Kompetisi Terjaga
Menjelang berakhirnya kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, tensi persaingan semakin tinggi, terutama di papan bawah klasemen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Menjelang berakhirnya kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, tensi persaingan semakin tinggi, terutama di papan bawah klasemen.
Beberapa klub yang tengah berjuang menghindari degradasi mendesak agar pertandingan-pertandingan krusial di pekan-pekan terakhir dipimpin oleh wasit-Wasit Asing.
Mereka berharap kehadiran pengadil dari luar negeri dapat menjamin objektivitas dan keadilan dalam pengambilan keputusan di lapangan hijau.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshiwi Ogawa, menyatakan bahwa pihaknya belum menetapkan jumlah pasti pertandingan yang akan dipimpin oleh Wasit Asing.
Menurutnya, keputusan tersebut sangat bergantung pada ketersediaan para Wasit Asing yang didatangkan.
“Kami belum menentukan jumlah pasti. Semua tergantung pada ketersediaan mereka. Kami tidak bisa meminta mereka hari ini datang, besok langsung pimpin pertandingan. Tidak mungkin. Kalau mereka bisa tinggal dua minggu, maksimal tiga pertandingan. Jadi semua tergantung ketersediaan mereka,” ujar Ogawa saat ditemui di Jakarta, Rabu (30/4).
Liga 1 musim ini menyisakan empat pertandingan terakhir yang akan sangat menentukan nasib sejumlah tim. Saat ini, posisi tiga terbawah klasemen dihuni oleh Semen Padang (28 poin), PSIS Semarang (25 poin), dan PSS Sleman (22 poin).
Secara matematis, Semen Padang dan PSIS masih memiliki peluang untuk menyelamatkan diri dari degradasi dengan mengejar poin klub-klub di atas mereka seperti Persik Kediri (36 poin), Madura United (33 poin), dan Persis Solo (32 poin).
Ogawa menuturkan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan dengan empat klub Liga 1, yang masing-masing dihadiri oleh pelatih kepala serta manajemen. Dalam pertemuan tersebut, menurutnya, terbangun komunikasi yang sehat dan penuh keterbukaan.
“Yang penting, tatap muka langsung, untuk memahami kekhawatiran mereka. Jika kita bisa saling berbagi, saling memahami, maka kita bisa menentukan arah ke depan. Kami tidak ingin melihat sikap atau tindakan agresif dari para pemain. Dan mereka semua setuju,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ogawa menegaskan bahwa PSSI tidak ingin melihat tindakan-tindakan agresif yang bisa mencederai semangat fair play dalam pertandingan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa para wasit lokal harus mampu mengelola pertandingan dengan baik.
“Tapi wasit kita juga harus bertindak. Namun sebelum bertindak, wasit kita harus bisa mengelola situasi. Karena manusia, kadang sulit mengendalikan emosi. Tapi jika wasit bisa mengatur dengan baik, itu bagus untuk sepak bola,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan PSSI terkait rencana mendatangkan Wasit Asing untuk pertandingan-pertandingan penting di akhir musim.***
Editor : Zulfirman


