Teco Usulkan Kehadiran Wasit Asing di Liga 1 dan Sanksi Tegas untuk Wasit Lokal: Demi Kompetisi yang Lebih Adil dan Kompetitif
Usai kekalahan timnya dari Persija Jakarta dengan skor 0-3 pada Sabtu di Jakarta International Stadium (JIS), pelatih asal Brasil tersebut mengusulkan dua hal penting: perlunya penugasan wasit asing di Liga 1 Indonesia serta penerapan sanksi tegas kepada wasit yang melakukan kesalahan dalam memimpin pertandingan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Pelatih kepala Bali United, Stefano "Teco" Cugurra, kembali menyuarakan gagasannya demi kemajuan kompetisi sepak bola Indonesia.
Usai kekalahan timnya dari Persija Jakarta dengan skor 0-3 pada Sabtu di Jakarta International Stadium (JIS), pelatih asal Brasil tersebut mengusulkan dua hal penting: perlunya penugasan Wasit Asing di Liga 1 Indonesia serta penerapan sanksi tegas kepada wasit yang melakukan kesalahan dalam memimpin pertandingan.
Melalui laman resmi klub Bali United, Teco menyampaikan bahwa kehadiran Wasit Asing bisa memberi nilai tambah signifikan bagi kualitas pertandingan di Liga 1.
Ia menilai, jika klub-klub di Indonesia diperkuat oleh pemain asing dan lokal, maka sudah selayaknya perangkat pertandingan pun — termasuk wasit — memiliki komposisi serupa.
“Ketika tim punya pemain asing dan lokal, maka wasit juga harus lebih banyak Wasit Asing agar wasit lokal bisa belajar dari Wasit Asing tersebut,” ujar Teco dikutip dari ANTARA.
Menurut Teco, transfer ilmu antara Wasit Asing dan wasit lokal akan meningkatkan profesionalisme serta kualitas kepemimpinan dalam laga-laga Liga 1. Ini sejalan dengan semangat menjadikan Liga 1 lebih kompetitif dan atraktif bagi penonton.
“Ini hanya masukan atau saran agar Liga 1 lebih kompetitif dan suporter bisa lebih menikmati pertandingan di musim depan,” tambah pelatih yang telah meraih tiga trofi Liga 1 selama kariernya di Indonesia.
Teco juga menyinggung soal kurangnya akuntabilitas terhadap wasit yang membuat keputusan keliru dalam pertandingan. Ia menyayangkan tidak adanya konsekuensi nyata bagi wasit yang terbukti salah, berbeda dengan perlakuan yang diterima oleh pemain dan pelatih.
“Ketika pelatih ada masalah pasti dapat hukuman, begitu juga dengan pemain ada salah dapat hukuman. Tetapi wasit, saya lihat tidak ada hukuman ketika mereka salah. Malah pimpin lagi di Liga 1 pekan berikutnya,” ujarnya dengan nada kecewa.
Kekecewaan Teco memuncak setelah satu-satunya gol Bali United dalam laga melawan Persija dianulir oleh wasit usai meninjau Video Assistant Referee (VAR).
Keputusan itu dinilai merugikan timnya yang kini harus puas berada di peringkat kesembilan klasemen sementara hingga pekan ke-32, dengan perolehan 47 poin.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


