Menari di Sungai Cikapundung untuk Peringati Hari Air Sedunia

Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret setiap tahunnya, Komunitas di Bandung merayakannya dengan menggelar kesenian di Bantaran Sungai Cikapundung, Jalan Soekarno, Kota Ba

Menari di Sungai Cikapundung untuk Peringati Hari Air Sedunia
INILAH, Bandung - Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret setiap tahunnya, Komunitas di Bandung merayakannya dengan menggelar kesenian di Bantaran Sungai Cikapundung, Jalan Soekarno, Kota Bandung, Jumat (22/3/2019).
 
Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (Masri) menggelar tarian dengan tema ritus tubuh dan air, dengan tarian yang dilakukan anak-anak dan dewasa di Sungai Cikapundung. Para penari dibalut plastik yang menyimbolkan sampah yang mengotori lingkungan dan mengetuk-ngetukan batu sebagai simbol alam.
 
Penggagas kegiatan, Nanu Muda mengatakan sebetulnya peringatan hari air sedunia dalam tradisi kita sudah ada sejak lama, istilahnya "mangerankeun" (meng-Tuhan-kan) karena air anugerah Tuhan yang menciptakan seluruh alam, kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali pada masyarakat tentang pentingnya air.
 
"Hal tersebut dilakukan oleh para leluhur kita maupun warga masyarakat kampung adat Baduy, Ciptagelar, Suku Naga, adalah bentuk kesadaran dalam upaya mencagarkan alam, khususnya pemulyaan terhadap air," katanya di sela kegiatan, Jumat (22/3/2019).
 
Dalam kegiatan ini, Bah Nanu sapaan akrabnya menjelaskan terkait tema, tubuh adalah bagian paling alami dari diri, tetapi juga tempat pola-pola sosial budaya yang paling kelihatan tersingkap dalam bentuk busana dan gerak.Begitu pula tubuh dengan keberagamannya di Tatar Sunda (Jawa Barat), masing-masing seni (tari) mempunyai nilai luhung sekait dengan produksi sosial-budaya.
 
"Dengan memahami keragaman budaya itulah, berarti menghargai keanekaragaman budaya khususnya tari, dengan hadirnya berbagai ragam tubuh dalam event World Water Day, terkait tubuh dengan air, sesungguhnya air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi tubuh manusia, oleh karena itu pemeliharaan pada air sangat penting bagi kepentingan hidup manusia," jelasnya.
 
Selain itu, untuk menghormati Tuhan Yang Maha Esa maupun kepada leluhur yang telah menjaga hulu wotan (sumber air) maupun sungai, Ritual ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa air itu sangat vital bagi kehidupan manusia dan tumbuhan, serta kehidupan lainnya.
 
"Selain menari, kita juga berdoa, serta mengenalkan tentang air, bahwa air bukan untuk sekarang saja, tetapi untuk masa depan juga, kegiatan ini untuk mengingatkan Pemerintah dan Masyarakat, mari kita pelihara air untuk kebaikan bersama," pungkasnya.


Editor : inilahkoran