Mendompleng Cuan Pemilu 2024, Warga KBB Raup Jutaan Rupiah di Tahapan ini
Syukur dan senang, dua kata yang kerap terucap sejumlah petugas sortir lipat (Sorlip) surat suara Pemilu 2024 di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Syukur dan senang, dua kata yang kerap terucap sejumlah petugas sortir lipat (Sorlip) surat suara Pemilu 2024 di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Meski begitu, perasaan campur aduk juga tengah dirasakan. Sebab, di satu sisi mereka hari ini menerima honor hasil jerih payah yang mereka petik setelah berjibaku melipat surat suara yang dilaksanakan KPU KBB sejak 2 Januari 2024 lalu.
Namun, di sisi lain tahapan sorlip harus berakhir lantaran surat suara Pemilu 2024 yang mereka lipat sudah rampung sesuai target yang ditentukan.
Sumarni misalnya, perempuan paruh baya ini harus kembali ke profesi semulanya, yakni penjual bakso dan siomay di lingkungan rumahnya.
Warga Ciampel RT 08/03, Desa Laksanamekar ini mengaku sangat terbantu dengan adanya tahapan sorlip surat suara Pemilu 2024 yang dihelat KPU KBB ini.
Pasalnya, hasil dari pekerjaannya sebagai petugas sorlip, Sumarni bisa mendapatkan tambahan modal usaha mengingat perempuan yang berusia 55 tahun ini kini menjadi tulang punggung keluarga usai ditinggal sang suami untuk selamanya pada 2009 silam.
"Saya sekarang berjuang sendiri dengan jualan bakso dan siomay karena suami saya meninggal karena kecelakaan 15 tahun lalu," kata Sumarni saat ditemui di Gudang Logistik KPU KBB.
Sumarni mengaku, dirinya terbantu dengan adanya tahapan sorlip ini lantaran penghasilan yang diperoleh dari jualan bakso dan siomay berkisar Rp 30 hingga Rp 50 ribu per hari.
"Bersihnya kalau dari jualan bakso dan siomay biasanya dapat Rp 30 sampai Rp 50 ribu per hari. Sedangkan, dari sorlip Alhamdulillah hasilnya sekitar Rp 3 juta," ujarnya.
"Kebetulan saya ikut sorlip dari awal," imbuhnya.
Sumarni mengakui dirinya mendapatkan informasi tahapan sorlip surat suara Pemilu 2024 ini dari grup WhatsApp warga.
"Kalau ada umur saya berharap bisa ikut kembali ikut sorlip ini," ujar ibu dari empat anak ini.
Hal serupa juga dirasakan Hermawati warga Sudimampir, Tagogapu Kecamatan Padalarang ini mengaku senang dan mendapatkan banyak pengalaman baru saat menjadi petugas sorlip surat suara Pemilu 2024.
"Saya baru pertama kali ikut sorlip. Tapi, ada kesan luar biasa dan sangat menyenangkan buat saya," kata Hermawati.
"Yang tadinya gak kenal jadi punya banyak teman baru dan dapat pengalaman juga. Pokoknya seru," sambungnya.
Hermawati mengakui, dengan adanya tahapan sorlip ini perekonomian keluarganya pun turut terbantu mengingat selama ini dirinya hanya ibu rumah tangga.
" Alhamdulillah dari sorlip ini saya bisa dapat honor sekitar Rp 2,5 juta soalnya saya telat ikutannya. Jadi gak dari awal," ujarnya.
Meski begitu, ungkap Hermawati, untuk bisa mendapatkan honor sorlip dirinya bersama petugas sorlip lain asal Tagogapu harus berangkat pukul 06.00 WIB dengan bermodalkan ongkos Rp 20 ribu untuk pulang pergi selama bertugas.
"Saya rumah di Sudimampir, Tagogapu datang ke sini carter angkot dengan ongkos Rp 20 ribu. Berangkat jam 06.00 pagi dan pulangnya kadang jam 17.00 atau 17.30 WIB. Tergantung kondisi lalu lintas," ungkapnya.
Hermawati pun berharap, pada Pemilu selanjutnya dirinya bisa kembali menjadi petugas sorlip. "Alhamdulillah, honor yang saya dapat untuk sekolah anak," ucapnya.
Sementara itu, Indriana (25) warga Bukit Graha Raya 2, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah KBB mengaku, menjadi petugas sorlip merupakan pengalaman baru bagi dirinya usai lulus kuliah.
"Ini pengalaman pertama buat aku, seru juga nambah temen, pengalaman dan bisa ikut juga berpartisipasi pada Pemilu 2024 ini," ujarnya.
Gadis yang juga memiliki usaha eyelash (perawatan bulu mata) ini menilai, menjadi petugas sorlip lebih mudah dibandingkan usaha yang tengah dijalaninya itu.
"Kalau sorlip surat suara seharinya bisa menyelesaikan hingga 10 box atau dus dan dalam satu kelompok bisa menghasilkan 97 dus," ucapnya.
"Kalau honornya sekitar Rp 2 juta per orang dan hampir sama dengan pemasukan usaha," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
