Awasi dari Penjualan hingga Pemotongan, DKPP Kota Bandung Siagakan 184 Petugas Kurban
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung menurunkan 184 petugas guna memastikan hewan kurban yang beredar sehat, layak sesuai ketentuan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung menurunkan 184 petugas guna memastikan hewan Kurban yang beredar sehat, layak dan sesuai ketentuan. pengawasan, dilakukan dari tahap penjualan hingga proses pemotongan.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginajar mengatakan, petugas akan disebar ke berbagai titik penjualan hewan kurban di seluruh wilayah kota. Mereka, akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap pedagang dan hewan yang dijual.
“Tim pemeriksa hewan kurban melakukan pemeriksaan antemortem saat hewan masih hidup dan dijual, dengan menyisir para pedagang,” kata Gin Gin Ginanjar, Sabtu (9/5/2026).
Dia menjelaskan, pemeriksaan antemortem dilakukan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat sebelum dijual. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik, kelengkapan administrasi dan potensi penyakit yang dapat memengaruhi kelayakan hewan kurban.
Menurutnya, pengawasan menjadi penting karena sebagian besar hewan kurban di Kota Bandung berasal dari luar daerah. Karena itu, setiap hewan yang masuk harus memenuhi syarat kesehatan dan administrasi yang telah ditetapkan.
“Kita sudah siapkan monitoring, pengawasan termasuk vaksinasi khususnya vaksin PMK. Walaupun sudah dua tahun berlalu, tapi tetap kita antisipasi,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan kewilayahan mengatur lokasi penjualan hewan kurban. Penataan, dilakukan agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu ketertiban umum dan tetap tertata di ruang yang sesuai.
Pada hari pelaksanaan Idul Adha, DKPP akan menurunkan tim postmortem memeriksa hewan setelah disembelih. Pemeriksaan tersebut, dilakukan untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi masyarakat.
“Setelah memasuki hari H dan hari tasyrik, kita turunkan tim postmortem. Memeriksa hewan pada saat dipotong, itu juga pasti jumlahnya akan lebih banyak,” ujar dia.
Dia menambahkan, jumlah petugas akan bertambah saat hari pemotongan karena aktivitas kurban berlangsung serentak di banyak lokasi. Hal itu, membuat pengawasan di lapangan perlu diperkuat.
Guna mendukung pengawasan, pihaknya menggandeng berbagai pihak seperti Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran, Telkom University dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
“Ini kita sudah siapkan tim sekitar 184 orang dari DKPP, dibantu juga dari Kedokteran Hewan Unpad, kemudian dari Telkom University dan dari PDHI,” ucapnya.
Gin Gin menambahkan, pengawasan akan dimulai pada Senin (11/5) dan dilepas langsung Wali Kota Bandung. Setelah itu, tim langsung turun ke lapangan hingga menjelang hari pelaksanaan Idul Adha.
"Kami memastikan, seluruh rangkaian ini dilakukan untuk menjamin pelaksanaan ibadah kurban di Kota Bandung berjalan aman, sehat dan sesuai standar," tandas dia.***
Editor : JakaPermana

