Menepi Sejenak di Patuha Resort, Menikmati Hening di Tengah Hutan Pinus

Econique Patuha Resort di Rancabali, Kabupaten Bandung, menawarkan suasana tenang di tengah hutan pinus kaki Gunung Tikukur lengkap dengan jalur trekking.

Menepi Sejenak di Patuha Resort, Menikmati Hening di Tengah Hutan Pinus
Econique Patuha Resort di Rancabali, Kabupaten Bandung, menawarkan suasana tenang di tengah hutan pinus kaki Gunung Tikukur lengkap dengan jalur trekking.

INILAHKORAN.ID– Sesekali, tubuh dan pikiran memang membutuhkan jeda. Menjauh sejenak dari suara kendaraan, padatnya jalanan, dering telepon, hingga riuhnya aktivitas kota.

Di kaki Gunung Tikukur, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, suasana semacam itu dapat ditemukan di Econique Patuha Resort.

Hamparan hutan pinus menjadi pagar alami resort seluas kurang lebih 1,5 hektare tersebut. Udara dingin pegunungan, suara burung, dan hijaunya pepohonan menghadirkan suasana yang jauh berbeda dari hiruk-pikuk perkotaan.

Tak ada kesan ramai dan bising. Yang terasa justru ketenangan.

Bangunan resort yang didominasi material kayu dengan atap sirap semakin menguatkan kesan alami. Patuha Resort bukan sekadar tempat untuk bermalam, tetapi menawarkan pengalaman tinggal lebih dekat dengan alam.

"Tempat kami ini terdapat 40 kamar, satu villa dan dua aula. Memang bangunan resort di sini semuanya kayu dan beratap sirap. Tujuannya agar pengunjung merasa betah, nyaman dan benar-benar menyatu dengan alam di sekitarnya yang merupakan hutan pinus," kata Asisten Manager Econique Patuha Resort dan Punceling Park, Riki Setiadi kepada INILAHKORAN.ID, Selasa (22/9/2026).

Bagi wisatawan yang setiap hari akrab dengan kemacetan dan kebisingan, ketenangan menjadi daya tarik tersendiri.

Lokasinya yang tidak berada persis di tepi jalan justru menjadi keuntungan. Pengunjung seolah diajak masuk lebih jauh meninggalkan suasana perkotaan dan menikmati ritme alam yang lebih pelan.

Pepohonan pinus yang menjulang, udara sejuk, dan suasana sunyi menjadi kombinasi sederhana yang sulit ditemukan di tengah kota.

"Di sini juga ada track atau jalur jalan kaki menelusuri hutan pinus. Dan kami juga bekerja sama dengan Aspinal Foundation, yakni tempat penangkaran Owa Jawa," ujar Riki.

Pengunjung yang ingin berjalan kaki menyusuri hutan pinus memiliki pilihan aktivitas tersebut. Setelah menikmati jalur, wisatawan juga dapat melihat penangkaran Owa Jawa yang dikelola bersama Aspinal Foundation.

Owa Jawa yang berada di tempat penangkaran tersebut nantinya dipersiapkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Dengan begitu, perjalanan ke Patuha Resort tidak hanya menawarkan pemandangan dan udara segar. Ada pula pengalaman mengenal lebih dekat upaya pelestarian satwa endemik Jawa Barat.

Daya tarik alam tersebut membuat Econique Patuha Resort dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara.

Riki mengatakan, suasana yang tenang menjadi salah satu alasan wisatawan memilih tempat tersebut untuk menginap.

Bagi sebagian pengunjung, liburan tidak selalu harus dipenuhi aktivitas. Ada kalanya, justru tidak melakukan banyak hal menjadi bagian paling menyenangkan dari sebuah perjalanan.

Cukup berjalan kaki di antara pepohonan, menghirup udara pegunungan, mendengarkan suara burung, atau menikmati secangkir minuman hangat dari teras penginapan.

Dalam waktu dekat, Econique Patuha Resort juga akan menjadi lokasi kegiatan internasional yang berkaitan dengan lingkungan.

"Alhamdulillah tempat kami selalu jadi tempat wisatawan yang ingin mencari ketenangan, sehat dengan berjalan-jalan dan menghirup segarnya udara hutan pinus di bawah kaki Gunung Tikukur ini," katanya.

Kesan serupa dirasakan Wisnu Sungkara, salah seorang pengunjung asal Jakarta.

Bagi Wisnu, suasana Patuha Resort menawarkan sesuatu yang sulit ia dapatkan dalam kesehariannya di Jakarta.

Udara dingin, lingkungan hijau, suara burung, dan suasana yang jauh dari keramaian membuat tubuh dan pikirannya terasa lebih rileks.

Bahkan, setelah beberapa waktu menikmati suasana alam di Patuha Resort, muncul keinginan untuk memperpanjang waktu liburan.

"Saya jadi enggak mau pulang ke Jakarta. Betah banget di sini, udaranya dingin, bersih, sejuk dan tenang. Jauh berbeda dengan keadaan di tempat saya di Jakarta," ujar Wisnu.

Di tengah geliat wisata Bandung Selatan yang menawarkan beragam destinasi, Econique Patuha Resort menghadirkan pilihan yang berbeda.

Bukan tentang seberapa banyak tempat yang bisa dikunjungi dalam satu hari. Bukan pula tentang seberapa ramai aktivitas yang bisa dilakukan.

Di tempat ini, liburan justru terasa ketika seseorang bisa berhenti sejenak.

Membiarkan suara angin di antara pohon pinus menggantikan bising kendaraan. Membiarkan udara pegunungan mengisi paru-paru.

Dan, untuk beberapa saat, memberi kesempatan kepada tubuh dan pikiran untuk benar-benar beristirahat.***


Editor : JakaPermana