Mengenal Canning, Cara Mengawetkan Makanan agar Tahan Lama

Canning atau pengalengan rumahan kembali diminati sebagai cara praktis menyimpan makanan lebih lama. Metode ini dinilai membantu mengurangi pemborosan pangan.

Mengenal Canning, Cara Mengawetkan Makanan agar Tahan Lama
Sebenarnya, mengawetkan makanan bukan hal baru. Mengutip dari lifeandhealth.org, sejak dahulu manusia menggunakan berbagai cara seperti mengeringkan, mengasinkan, mengasamkan, hingga mengasapi makanan agar tahan lebih lama. (net)

INILAHKORAN.ID - canning atau pengalengan rumahan kembali diminati sebagai cara praktis menyimpan makanan lebih lama. Metode ini dinilai membantu mengurangi pemborosan pangan, menghemat pengeluaran, sekaligus memberi kendali lebih besar terhadap kualitas bahan makanan yang dikonsumsi.

Sebenarnya, mengawetkan makanan bukan hal baru. Mengutip dari lifeandhealth.org, sejak dahulu manusia menggunakan berbagai cara seperti mengeringkan, mengasinkan, mengasamkan, hingga mengasapi makanan agar tahan lebih lama. 

Namun, beberapa metode tersebut dapat mengurangi kualitas gizi atau membutuhkan banyak garam dan gula. Metode canning mulai berkembang pada awal abad ke-19 setelah ditemukan teknik memanaskan makanan di dalam wadah tertutup rapat. 

Proses ini membunuh bakteri dan mikroorganisme penyebab pembusukan, lalu menciptakan segel kedap udara yang membuat makanan dapat disimpan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Cara kerjanya cukup sederhana. Buah, sayur, sup, saus, atau daging dimasukkan ke dalam toples kaca atau kaleng, kemudian dipanaskan pada suhu tertentu. Setelah dingin, wadah akan tertutup rapat sehingga makanan terlindung dari udara dan kontaminasi.

Kini, canning kembali populer karena menawarkan sejumlah keuntungan.

Salah satunya adalah menghemat biaya. Buah dan sayuran yang sedang musim biasanya lebih murah. Dengan mengawetkannya, bahan pangan dapat dinikmati saat harga sedang naik tanpa harus membeli produk baru.

Bagi mereka yang memiliki kebun, canning juga menjadi solusi agar hasil panen tidak terbuang. Saat produksi melimpah, hasil panen bisa disimpan dan dikonsumsi sepanjang tahun.

Selain itu, metode ini lebih ramah lingkungan. mengawetkan makanan sendiri mengurangi kebutuhan membeli produk kemasan dan menekan limbah karena toples kaca dapat digunakan berulang kali. Jika bahan berasal dari kebun sendiri atau petani lokal, jejak karbon dari proses distribusi juga lebih rendah.

Dari sisi kualitas, banyak orang menilai makanan hasil canning rumahan memiliki rasa yang lebih segar karena dibuat dari bahan pilihan. Proses ini juga memungkinkan pengguna mengatur sendiri jumlah garam, gula, maupun bumbu sesuai kebutuhan.

Meski begitu, canning bukan metode yang paling baik dalam mempertahankan seluruh kandungan gizi. Beberapa vitamin dapat berkurang selama proses pemanasan. Namun, makanan hasil canning tetap menjadi pilihan yang lebih baik dibanding mengkonsumsi produk yang mengandung banyak pengawet atau bahan tambahan.

Hal terpenting adalah memastikan proses canning dilakukan dengan benar. Toples harus steril, suhu pemanasan sesuai, dan wadah tertutup rapat agar makanan tetap aman dikonsumsi.

Dengan teknik yang tepat, canning menjadi cara praktis menyimpan makanan lebih lama sekaligus mengurangi pemborosan pangan di rumah.


Editor : Doni Ramdhani