Mengolah Data, Menyiapkan Talenta Masa Depan

SATRIA Data 2026 mengasah kemampuan mahasiswa mengolah data. Ajang ini menyiapkan talenta untuk menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.

Mengolah Data, Menyiapkan Talenta Masa Depan
DISKUSI MEDIA: Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja dalam kegiatan diskusi bersama media di Jakarta, Kamis (18/6) beberapa waktu lalu.(ANTARA/SEAN FILO MUHAMAD)

Di tengah derasnya arus informasi, data semakin menentukan cara manusia memahami persoalan dan mengambil keputusan.

Industri memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas, pemerintah menggunakannya untuk memperbaiki layanan publik, sementara masyarakat membutuhkannya untuk membaca berbagai persoalan secara lebih jernih.

Namun, tumpukan data tidak serta-merta menghasilkan jawaban. Kemampuan mengolah, menafsirkan, dan menyampaikan informasi secara tepat menjadi bekal penting agar data benar-benar memberi manfaat.

Kebutuhan itulah yang mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kemampuan mahasiswa melalui Statistika Ria dan Sains Data (Satria Data) 2026. Ajang ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan sekaligus menguji kemampuan mereka dalam menjawab persoalan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja mengatakan data semakin penting dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itu, kemampuan mengolah data perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap konteks dan persoalan yang hendak diselesaikan.

"Pemerintah menggunakan data untuk memperbaiki layanan publik dan masyarakat membutuhkan untuk memahami berbagai persoalan. Namun, banyaknya data perlu disertai kemampuan mengolah serta menafsirkannya secara tepat," katanya seperti dikutip dari ANTARA, Senin (26/10).

Minat mahasiswa terhadap bidang ini terlihat dari jumlah pendaftar Satria Data 2026 yang mencapai 2.905 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 71 persen dibandingkan 1.696 pendaftar pada 2025.

Bagi Beny, peningkatan itu menunjukkan besarnya ketertarikan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan berkompetisi di bidang statistika serta sains data.

"(Kompetisi) ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat mengasah kemampuan melalui persoalan yang relevan dengan kebutuhan industri," ujarnya. (gin)


Editor : Inilahkoran