Menguji Nerazzurri
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh:Bsafaat
DUA kepentingan berbeda bentrok di Stadion Pier Luigi Penzo, markas Venezia, Kamis (29/10) dini hari WIB. Akankah tuan rumah bangkit, atau Inter Milan kembali menang?
Bagi Inter, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk menjaga laju positif sekaligus mempertahankan posisi di puncak klasemen. Nerazzurri datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati awal musim tanpa kekalahan di Liga Italia.
"Kami harus tetap fokus. Setiap pertandingan selalu sulit dan itu terjadi di Firenze (kandang Fiorentina) pekan lalu. Kami harus mengejar defisit gol sebelum menang," ujar Pelatih Christian Chivu.
Kepercayaan diri Inter tidak datang begitu saja. Pada pertandingan terakhir melawan Fiorentina di San Siro, mereka harus lebih dulu menghadapi situasi yang tidak menguntungkan setelah tertinggal dari lawan.
Akan tetapi, Inter menunjukkan ketenangan untuk membalikkan keadaan. Marcus Thuram menjadi sosok penting ketika berhasil menyamakan kedudukan, sebelum Piotr Zielinski memastikan kemenangan 2-1 melalui titik penalti pada masa tambahan waktu.
Momen tersebut memperlihatkan bagaimana Inter mampu bertahan dalam tekanan hingga kesempatan terakhir.
Thuram bukan hanya menyumbangkan gol penyeimbang, tetapi juga terus merepotkan pertahanan Fiorentina. Pelanggaran terhadapnya kemudian membuka jalan bagi Zielinski untuk menjadi penentu kemenangan.
Tiga poin itu membawa Inter kembali ke puncak klasemen, dengan Lazio membayangi dari belakang. Lebih dari sekadar kemenangan, hasil tersebut menjadi modal berharga bagi tim asuhan Cristian Chivu untuk melanjutkan persaingan di papan atas.
Inter juga memiliki alasan lain untuk merasa optimistis saat bertandang ke markas Venezia. Dalam lima pertemuan terakhir di berbagai kompetisi, Nerazzurri selalu keluar sebagai pemenang. Bahkan, dua kunjungan terakhir mereka ke Stadion Pier Luigi Penzo berakhir dengan kemenangan tanpa kebobolan.
Catatan tersebut tentu memberi gambaran mengenai tantangan yang menanti tuan rumah. Dengan lini serang yang produktif dan kedalaman skuad yang memadai, Inter memiliki sejumlah opsi untuk mencari celah di pertahanan Venezia.
Meski demikian, menjaga konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah. Posisi di puncak klasemen tidak akan banyak berarti jika Inter mulai kehilangan poin dalam pertandingan yang secara teori dapat mereka menangkan.
Harapan di Tengah Tekanan Situasi berbeda menyelimuti Venezia. Setelah kembali ke Serie A, mereka belum menemukan ritme permainan yang cukup stabil untuk menjauh dari ancaman di papan bawah. Hingga menjelang pekan kesembilan, tim tuan rumah baru mengumpulkan tiga poin.
Perubahan di kursi pelatih menjadi salah satu upaya untuk membalikkan keadaan. Venezia menunjuk Davide Nicola, sosok yang memiliki pengalaman menangani klub-klub yang berjuang mempertahankan tempat di kasta tertinggi.
Kehadiran Nicola sempat menghadirkan secercah harapan. Venezia mampu mencatat kemenangan mengejutkan atas Napoli, hasil yang memperlihatkan bahwa mereka masih memiliki kemampuan untuk merepotkan tim besar.
Sayangnya, kemenangan tersebut belum menjadi titik balik yang diharapkan. Pada pertandingan terakhir, Venezia kembali menelan kekalahan setelah takluk 0-1 dari Genoa. Gol Mikael Ellertsson, yang pernah menjadi bagian dari Venezia, membuat mereka harus mengakhiri pertandingan tanpa membawa pulang poin.
Hasil itu kembali menempatkan Venezia dalam situasi sulit. Mereka membutuhkan bukan hanya kemenangan, melainkan juga konsistensi agar tidak terus terjebak dalam tekanan persaingan degradasi.
Salah satu persoalan yang paling mendesak adalah rapuhnya pertahanan. Venezia rata-rata kebobolan lebih dari dua gol per pertandingan sepanjang musim ini. Angka tersebut menjadi gambaran betapa sulitnya mereka menjaga keunggulan atau menahan tekanan lawan selama 90 menit.
Menghadapi Inter, kelemahan itu berpotensi kembali diuji. Kesalahan kecil dalam menjaga posisi atau keterlambatan menutup ruang bisa memberikan kesempatan bagi para penyerang Nerazzurri untuk menciptakan peluang berbahaya.
Karena itu, Nicola dituntut menemukan keseimbangan antara keberanian menyerang dan kedisiplinan bertahan. Venezia tidak bisa hanya mengandalkan semangat untuk meraih hasil positif; mereka juga membutuhkan organisasi permainan yang lebih solid. (bsf)
5 LAGA TERAKHIR VENEZIA • 25/10/26 Genoa 1-0 Venezia • 17/10/26 Venezia 1-0 Napoli • 12/10/26 Atalanta 3-1 Venezia • 20/09/26 Venezia 0-2 Lazio • 12/09/26 Venezia 2-4 Fiorentina
5 LAGA TERAKHIR INTER MILAN 21/10/26 • Inter Milan 2-1 Fiorentina 22/10/26 • Inter Milan 1-0 Shakhtar 17/10/26 • Bologna 1-3 Inter Milan 14/10/26 • Inter Milan 3-4 Club Brugge 10/10/26 • Inter Milan 3-0 Parma
Editor : Inilahkoran
