Mengupas Perjalanan Jeffrey Sachs, Ekonom Dunia di Jajaran Danantara

Jeffrey Sachs, ekonom dan akademisi internasional asal Amerika Serikat, kini menjadi salah satu sosok yang dipercaya dalam jajaran dewan penasihat BPI Danantara.

Mengupas Perjalanan Jeffrey Sachs, Ekonom Dunia di Jajaran Danantara

INILAHKORAN - Jeffrey Sachs, ekonom dan akademisi internasional asal Amerika Serikat, kini menjadi salah satu sosok yang dipercaya dalam jajaran dewan penasihat BPI Danantara.

Sebagai pakar ekonomi global, Sachs memiliki reputasi yang kuat dalam bidang pembangunan berkelanjutan dan upaya pengentasan kemiskinan.

Dengan latar belakang yang kaya dalam dunia akademik dan kebijakan ekonomi, Sachs telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai inisiatif global.

Ia pernah berperan penting dalam membantu Indonesia memulihkan perekonomiannya setelah krisis ekonomi 1998, di mana ia memberikan masukan strategis terkait kebijakan ekonomi nasional.

Sachs menyelesaikan pendidikan sarjana (BA) di bidang Ekonomi di Harvard University pada tahun 1976, kemudian melanjutkan ke jenjang Magister (MA) di universitas yang sama pada tahun 1978. Ia meraih gelar doktor (PhD) di bidang Ekonomi dari Harvard University pada tahun 1980.

Setelah menyelesaikan studinya, Sachs memulai karier akademiknya sebagai Profesor Ekonomi di Harvard University dari tahun 1980 hingga 2002. Ia kemudian bergabung dengan Columbia University pada tahun 2002 sebagai Direktur Earth Institute hingga tahun 2016, dan saat ini menjabat sebagai Direktur Center for Sustainable Development di universitas tersebut.

Selain aktif di dunia akademik, Sachs juga memiliki peran penting dalam berbagai lembaga internasional. Ia adalah Presiden Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN Sustainable Development Solutions Network) serta telah menjadi penasihat khusus bagi tiga Sekretaris Jenderal PBB, yaitu Kofi Annan, Ban Ki-moon, dan António Guterres.

Sebagai pemikir utama dalam pembangunan berkelanjutan, Sachs telah menulis berbagai buku berpengaruh, termasuk “The End of Poverty” (2005), “Common Wealth: Economics for a Crowded Planet” (2008), dan “The Price of Civilization” (2011). Karyanya sering dijadikan rujukan dalam kebijakan pembangunan ekonomi global.

Atas dedikasi dan kontribusinya, Sachs telah menerima berbagai penghargaan internasional, seperti Blue Planet Prize pada tahun 2015 dan Tang Prize untuk Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2022. Ia juga dianugerahi Legion of Honor dari pemerintah Prancis dan Order of the Cross dari Presiden Estonia. Hingga saat ini, Sachs telah menerima lebih dari 40 gelar doktor kehormatan dari berbagai universitas ternama di dunia.

Sebagai anggota dewan penasihat BPI Danantara, Jeffrey Sachs diharapkan dapat memberikan perspektif global dalam pengelolaan investasi yang berkelanjutan serta mendukung strategi pengentasan kemiskinan. Pengalamannya dalam membangun strategi ekonomi yang inklusif dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di Indonesia.


Editor : inilahkoran