Profil Arya Wedakarna, Anggota DPD Bali yang Hadir di Kontes Transgender Thailand

Berikut profil Arya Wedakarna, anggota DPD Bali yang hadir ke acara transgender di Thailand.

Profil Arya Wedakarna, Anggota DPD Bali yang Hadir di Kontes Transgender Thailand
Profil Arya Wedakarna, Anggota DPD Bali yang Hadir di Kontes Transgender Thailand

INILAHKORAN.ID - Baru-baru ini nama anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali, Arya Wedakarna mendadak menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam beberapa potongan video yang beredar di media sosial, Arya Wedakarna diduga menghadiri sebuah kontes kecantikan transgender, Miss Equality World di Bangkok Thailand.

Di videonya, Arya juga terlihat memberikan sebuah piala kepada salah satu kontestan ajang untuk transgender tersebut.

Usai viral, banyak yang mempertanyakan sosok Arya Wedakarna dan urgensi dirinya untuk datang ke acara tersebut.

profil Arya Wedakarna anggota DPD Bali yang jadi sorotan

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III (dikenal sebagai Arya Wedakarna atau AWK) adalah seorang politikus, akademisi, dan mantan figur publik asal Bali.

profil Singkat

Nama Lengkap: Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III
​Tempat, Tanggal Lahir: Denpasar, Bali, 23 Agustus 1980
​Pendidikan: S1 Manajemen Transportasi Udara Universitas Trisakti (2002), S2 Ilmu Pemerintahan Universitas Satyagama (2004), S3 Ilmu Pemerintahan Universitas Satyagama (2007)
​Latar Belakang: Mantan model/coverboy, personel grup vokal FBI (bersama Indra Bekti dan Roy Jordy), serta Rektor Universitas Mahendradatta Bali.

Rekam Jejak Karier Politik

Periode 2014–2019: Terpilih pertama kali sebagai anggota DPD RI perwakilan Provinsi Bali.
​Periode 2019–2024: Kembali terpilih sebagai anggota DPD RI Bali dengan perolehan 742.781 suara. 
Pada awal 2024, ia diberhentikan oleh Badan Kehormatan (BK) DPD RI dan Keputusan Presiden (Keppres) akibat pelanggaran kode etik berat.
​Periode 2024–2029: Kembali mencalonkan diri dan terpilih lagi menjadi anggota DPD RI perwakilan Bali dengan meraih 378.300 suara.

​Isu dan Kontroversi Utama

​Klaim Raja Majapahit: Mengaku dilantik dan mengklaim gelar sebagai raja keturunan Majapahit di Bali.

​Insiden Penolakan Ustaz Abdul Somad (2017): Dilaporkan ke Badan Kehormatan DPD atas dugaan keterlibatan dalam penolakan kedatangan Ustaz Abdul Somad di Bali.

Pernyataan Kontroversial Hijab (2023/2024): Menyampaikan pernyataan terkait kriteria penataan staf penerima tamu bandara di Bali yang dinilai diskriminatif terhadap pengguna penutup kepala/hijab, yang akhirnya berujung pada sanksi pemberhentian etik oleh DPD RI.


Editor : Firda Rachmawati