Klarifikasi Arya Wedakarna, Anggota DPD Bali yang Hadir di Kontes Transgender Thailan

Klarifikasi Arya Wedakarna soal kehadiran dirinya di acara kontes transgender Thailand.

Klarifikasi Arya Wedakarna, Anggota DPD Bali yang Hadir di Kontes Transgender Thailan
Arya Wedakarna klarifikasi terkait video dirinya yang hadir di acara kontes transgender di Bangkok Thailand/

INILAHKORAN.ID - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali, Arya Wedakarna memberikan klarifikasi terkait beredarnya video dirinya menghadiri kontes transgender, Miss Equality World di Bangkok, Thailand.

Dalam videonya yang diunggah di Instagram @aryawedakarna, Arya Wedakarna memberikan penjelasan mengapa akhirnya dirinya bisa hadir di acara tersebut.

Arya menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan di Thailand tersebut diselenggarakan oleh sebuah komite dan organisasi independen yang melibatkan sejumlah pengusaha. Acara tersebut mencakup berbagai agenda, mulai dari festival kuliner hingga sesi diskusi.

​"Acara di Thailand itu acara undangan sebuah komite. Di sana ada pengusaha-pengusaha yang ingin buat acara. Jadi kegiatan kemarin ada beberapa agenda, ada kuliner, ada diskusi," ujar Arya.

Salah satu alasan utama kehadirannya adalah untuk memperkenalkan potensi wisata Bali ke kancah internasional.

"Kami mendapatkan undangan untuk meluncurkan video tentang wisata Bali Barat. Saya diberikan kesempatan untuk meluncurkan video itu di hadapan publik," tambahnya.

​Menanggapi beragamnya latar belakang tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut, Arya enggan berkomentar lebih jauh dan memilih untuk fokus pada etika menghargai penyelenggara. Dalam kesempatan itu, ia juga menerima sebuah penghargaan.

"Di acara itu banyak kalangan, normal atau tidak normal saya tidak berhak mengomentari karena itu etika. Saat itu menerima penghargaan, kita terima, ya sudah selesai," jelasnya.

​Selain itu, Arya juga meluruskan status keikutsertaannya dalam kunjungan luar negeri tersebut. Ia menegaskan tidak membawa atribut sebagai pejabat negara, melainkan hadir sebagai perwakilan tokoh adat dan agama.

"Kunjungan ke Thailand bukan sebagai pejabat negara, tetapi sebagai tokoh budaya Bali. Saya sebagai tokoh Hindu, makanya saya datang memakai pakaian Hindu," ungkapnya.


Editor : Firda Rachmawati