Menjemput Prestasi di Ruang Publik

TAMAN Fitnes Bandung akan ditata menjadi arena skateboard, sepatu roda, dan BMX. Penataan ini ditujukan untuk mendukung pembinaan atlet.

Menjemput Prestasi di Ruang Publik
DITATA ULANG: Anak-anak bermain sepak bola di Lapang Teuku Umar, Kota Bandung yang direncanakan ditata ulang menjadi arena skateboard, sepatu roda dan BMX.(INILAH/ YOGO TRIASTOPO)

Kolong yang selama ini menjadi tempat berolahraga di Taman Fitnes atau Lapang Teuku Umar, Kota Bandung, bakal mendapat wajah baru.

Kawasan tersebut direncanakan menjadi arena latihan skateboard, sepatu roda, dan BMX yang lebih terang, nyaman, sekaligus mendukung pembinaan atlet hingga penyelenggaraan kejuaraan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penataan ulang diperlukan agar ruang olahraga itu tidak sekadar menjadi tempat berkumpul komunitas, tetapi juga mampu menunjang peningkatan prestasi. Penerangan dan penyesuaian fasilitas menjadi bagian dari rencana pembenahan kawasan tersebut.

“Diubah menjadi tempat untuk skateboard di tempat yang lebih terang benderang. Karena yang di bawah kolong itu kan gelap. Jadi kita lakukan tata ulang, supaya kegiatan lapangan ini menyangkut juga pembinaan para atlet sepatu roda, skateboard dan BMX,” kata Farhan, Senin (26/10).

Bagi komunitas olahraga, keberadaan arena latihan yang memadai menjadi salah satu kebutuhan untuk mengasah keterampilan. Namun, Farhan menegaskan, fasilitas yang disiapkan tidak harus langsung memenuhi standar internasional. Yang terpenting, arena tersebut dapat digunakan secara optimal dan memungkinkan kejuaraan digelar.

“Ya enggak standar internasional sih. Yang penting bisa dipakai sama kita saja dulu. Kalau sampai ada Fornas, itu ada kejuaraan skateboard masih bisa,” ucapnya.

Rencana penataan itu juga mempertimbangkan masukan komunitas dan kebutuhan warga sekitar. Keterbatasan anggaran membuat pemerintah kota harus mengatur prioritas, termasuk menentukan bentuk fasilitas yang bisa digunakan bersama.

Farhan menginginkan kawasan olahraga tersebut tetap terbuka bagi masyarakat luas. Fasilitas tidak hanya diperuntukkan bagi satu komunitas, tetapi bisa dimanfaatkan secara bergantian sesuai kebutuhan.

“Cuman sayangnya memang kita tidak bisa membangun satu, apalah istilahnya gitu. Ada satu fasilitas dari mereka, kita enggak bisa bangun tengahnya. Satu, anggaran yang enggak ada. Kedua, permintaan warga juga itu bisa mix use, bahwa warga suatu hari pakai itu bisa dipakai rame-rame,” ujar dia.

Meski ruang dan anggaran terbatas, sejumlah elemen arena skateboard untuk mendukung kejuaraan tetap direncanakan tersedia secara temporer. Penyesuaian dilakukan mengikuti kebutuhan kegiatan tanpa mengabaikan pemanfaatan kawasan oleh masyarakat.

Penataan fasilitas olahraga di Bandung tidak hanya menyasar Taman Fitnes. Farhan juga menyoroti kondisi sejumlah lapangan sepak bola yang digunakan untuk latihan, terutama oleh sekolah sepak bola (SSB). Menurut dia, fasilitas yang belum terawat perlu dibenahi agar mendukung pembinaan pemain sejak usia dini.

(yogo triastopo/gin)


Editor : Inilahkoran