Menkeu Purbaya Akan Kaji Usulan Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN
Purbaya akan mengkaji usulan renovasi pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny yang rencananya pakai APBN.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membantu renovasi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, yang bangunannya ambruk beberapa waktu lalu.
Namun, Purbaya menegaskan keputusan tersebut baru akan diambil setelah kajian mendalam dilakukan berdasarkan proposal resmi yang diajukan oleh pihak terkait.
“Saya belum tahu, belum lihat proposalnya,” ujar Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya mengaku sempat menerima pesan dari seseorang yang menyarankan agar tidak mengabulkan usulan bantuan tersebut, dengan alasan dapat menimbulkan kecemburuan dari lembaga lain.
“Jangan, katanya. Nanti yang lain iri,” ungkap Purbaya, tanpa menyebutkan siapa pengirim pesan tersebut.
Meski begitu, Menkeu memastikan akan menilai secara objektif setelah menerima dokumen resmi dari pihak pengusul.
“Saya belum tahu bagaimana yang terbaik. Tapi nanti begitu lihat proposalnya, saya akan bisa putuskan,” ujarnya.
Usulan bantuan pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Ia menilai, pemerintah perlu turut berperan dalam pemulihan fasilitas pendidikan keagamaan demi menjamin kenyamanan dan keselamatan para santri.
“APBN bisa digunakan untuk membantu pembangunan ulang pesantren, agar proses belajar-mengajar bisa kembali berjalan aman dan nyaman,” kata Cak Imin dalam pernyataannya.
Cak Imin juga menegaskan, penggunaan dana APBN bukan berarti mengabaikan proses hukum terkait dugaan kelalaian dalam peristiwa tersebut. Pemerintah tetap akan mengawal proses investigasi sembari memastikan para santri yang terdampak mendapat perhatian dan bantuan.
Tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, sebelumnya menyita perhatian publik setelah menelan korban jiwa dan luka-luka di kalangan santri. Banyak pihak menilai, langkah pemerintah untuk ikut membantu renovasi pesantren merupakan bentuk kehadiran negara bagi dunia pendidikan keagamaan di Indonesia.
Editor : Firda Rachmawati

