Menkomdigi Meutya Hafid: Pembangunan Data Center AI Tak Boleh Ganggu Energi dan Air
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pembangunan pusat data AI di Indonesia harus mempertimbangkan ketersediaan energi dan air agar tak mengganggu kebutuhan masya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pembangunan pusat data kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di Indonesia harus mempertimbangkan ketersediaan energi dan air agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat.
"Jadi kita tentu punya kebutuhan kemampuan komputasi yang tentu memerlukan data center. Tapi di saat yang bersamaan, tentu kita harus melihat kecukupan energi, tidak boleh energi terganggu untuk hal-hal lain, terutama layanan publik. Tidak boleh juga kebutuhan air terganggu," kata Meutya di Kantor Kemkomdigi, dikutip dari Antara, Kamis (8/10/2026).
Menurut Meutya, penentuan lokasi pusat data membutuhkan koordinasi lintas sektor, terutama untuk memastikan kebutuhan komputasi AI tidak mengganggu ketersediaan sumber daya bagi masyarakat.
Kemkomdigi, kata dia, akan memetakan kebutuhan komputasi, jumlah pengguna internet, serta wilayah yang memiliki konektivitas memadai sebagai pertimbangan dalam pembangunan pusat data.
"Jadi penentuan titiknya juga harus ditentukan. Ada ketersediaan air atau tidak di situ, ada kecukupan energi di situ, dan ada sinyalnya tidak di situ yang baik," ujarnya.
Meutya mengatakan kebutuhan pembangunan pusat data di Indonesia terus meningkat seiring perkembangan geopolitik yang mendorong perusahaan global masuk dan berinvestasi di Indonesia.
Namun, pembangunan pusat data perlu ditata agar Indonesia tidak mengalami kelebihan kapasitas. Penentuan lokasi dan jumlah pusat data harus disesuaikan dengan kebutuhan komputasi nasional.
"Buffer itu, penjagaan supaya kita ini tidak boleh dibanjiri (pusat data), dan kita harus betul-betul pilih-pilih lokasi, kemudian juga sesuai kebutuhan, tidak boleh juga terlalu lebih karena harus ada trade-off-nya," katanya.
Meutya menambahkan, pertumbuhan ekonomi digital dan ekonomi kreatif perlu berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap ketersediaan sumber daya bagi masyarakat.
Menurutnya, perkembangan ekonomi digital dan ekonomi kreatif masih membuka peluang pembangunan pusat data baru di Indonesia.
Meski demikian, aspek lokasi menjadi perhatian utama agar operasional pusat data tidak mengganggu kebutuhan air dan energi masyarakat di wilayah sekitarnya.
"Penentuan lokasi akan sangat penting, tidak boleh mengganggu kebutuhan air di situ dan juga kebutuhan energi di situ, dan yang penting masyarakat kebutuhannya tidak boleh terganggu," ujarnya.
Editor : Ahmad Sayuti
