Menohok! Alasan Pelatih Biliar Khoiruddin Aritonang Ogah Tepuk Tangan untuk Gubernur Edy Rahmayadi

Khoruddin Aritonang bongkar alasan enggan tepuk tangan sehingga dia dijewer dan dimarahi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Menohok! Alasan Pelatih Biliar Khoiruddin Aritonang Ogah Tepuk Tangan untuk Gubernur Edy Rahmayadi
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi jadi sorotan usai menjewer pelatih biliar Khoiruddin Aritonang.

INILAHKORAN, Bandung- Terungkap, alasan pelatih biliar Khoiruddin Aritonang ogah tepuk tangan untuk sosok Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi.

Khoiruddin Aritonang yang merupakan pelatih Biliar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) jadi sorotan usai dia dijewer dan dimarahi Edy Rahmayadi.

Insiden jewer dan marah-marah Gubernur Edy Rahmayadi kepada Khoiruddin Aritonang, itu terjadi di Aula Rumah Dinas Gubernur Sumut yang videonya viral di media sosial.

Baca Juga: Usai Dijewer Gegara Tak Tepuk Tangan, Pelatih Biliar Ini Sebut Gubernur Edy Rahmayadi Gila Hormat

Khoiruddin Aritonang lantas buka suara soal alasan dirinya enggan memberi tepuk tangan untuk Edy Rahmayadi dalam sambutan kepada kontingen PON Sumut itu.

“Hal spektakuler apa dibuat dia, sehingga penting kali tepuk tangan?” ucapnya seperti dikutip InilahKoran dari Inilah.com.

Menurutnya, selama ini Edy tidak ada perhatian terhadap olah raga khususnya biliar.

Bahkan Tim Biliar Sumut yang berlaga di PON XX Papua harus berlatih dengan meja usang hasil pemberian pemerintah pada 2016 silam.

Baca Juga: Bima Arya Minta Warga Kurangi Mobilitas Saat Libur Nataru dan ASN Dilarang Mudik

Meski berlatih menggunakan meja usang, namun atlet biliar Sumut mampu mengharumkan nama daerahnya dari ajang PON XX Papua dengan membawa sejumlah medali.

Sebelumnya, dalam acara pemberian tali kasih itu, Edy awalnya memberikan motivasi agar para atlet terus berprestasi dan mengharumkan nama Sumut.

Mendengar motivasi Edy, para atlet dan pelatih yang hadir dalam kegiatan itu tepuk tangan.

Tak lama berselang, Edy melihat seorang peserta tali kasih tidak tepuk tangan. Sosok tersebut yaitu Khoirudin Aritonang alias Choki, pelatih tim biliar Sumut.

Baca Juga: Baru Terungkap, Ini yang Dirasakan Faris Ramli, Pemain Singapura yang Gagal Cetak Gol Penalti ke Gawang Timnas

“Yang pakai kupluk itu siapa? Yang baju kuning. Kau berdiri. Kenapa kau tak tepuk tangan? Sini, sini,” kata Edy memanggil Choki ke atas panggung.

Setelah Choki maju ke panggung, Edy menanyakan posisi Choki. Choki kemudian menjawab bahwa dia adalah pelatih cabang olahraga biliar.

“Pelatih tak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih ini,” kata Edy sambil menjewer Choki.

Setelah mendapatkan jeweran, Choki langsung turun dari podium dan pergi meninggalkan Edy.

Baca Juga: Tottenham Hotspur Dukung Timnas Indonesia di Final Piala AFF 2020, Unggahannya Bikin Semangat Membara!

“Tak usah dipakai lagi. Kau langsung keluar. Tak usah di sini,” kata Edy.***

 


Editor : inilahkoran