Mentalitas Idola K-Pop Dibandingkan, Sakura LE SSERAFIM Dikritik saat Ningning aespa Dipuji

Sakura LE SSERAFIM kembali dikritik setelah menangis dalam film dokumenter sedangkan Ningning aespa dipuni saat mentalitas idola K-Pop dibahas.

Mentalitas Idola K-Pop Dibandingkan, Sakura LE SSERAFIM Dikritik saat Ningning aespa Dipuji
Sakura LE SSERAFIM dikritik dan Ningning aespa dipuji.

INILAHKORAN, Bandung - Akhir bulan Juli lalu, HYBE merilis sebuah Film Dokumenter LE SSERAFIM di saluran YouTube resmi mereka.

Dalam Film Dokumenter tersebut, disertakan adegan di mana Sakura LE SSERAFIM Menangis tanpa henti karena tekanan dan beban yang luar biasa . 

Dalam adegan ini, Sakura LE SSERAFIM berkata, “Aku takut meninggikan suaraku di depan orang-orang.”

“Aku tidak tahu mengapa aku memilih menjadi seorang Idola. Apakah aku benar-benar perlu melakukannya?," lanjutnya.

Dia menambahkan, "bukannya memilih menjadi seorang Idola adalah pilihan yang salah, tetapi aku bertanya-tanya apakah menjadi seorang Idola benar-benar pekerjaan yang aku kuasai."

"Terkadang ketika aku melakukan kesalahan atau merasakan keterbatasanku, aku berpikir bahwa orang lain yang ahli dalam hal itu bisa melakukannya menggantikanku,” tuturnya.

Sayangnya, pernyataan Sakura LE SSERAFIM tersebut tidak mendapat simpati, melainkan kritikan.

Netizen pun meninggalkan komentar seperti, “tidak ada yang memaksanya untuk menjadi seorang idol”, “Dia memiliki pengalaman bertahun-tahun namun tidak mau belajar”.

“Tentu saja seorang idol akan Dikritik jika tidak bisa bernyanyi”, dan “Dia tidak akan takut jika dia mau belajar vokal dan berlatih dengan baik”. 

Selain itu, banyak orang juga mulai membandingkan Sakura LE SSERAFIM dengan Ningning aespa, dengan mengangkat wawancara masa lalunya.

Khususnya, dalam sebuah wawancara pada tahun 2023, Ningning aespa mengungkapkan bahwa dia berlatih paling lama selama 12 jam, dan dia tidak merasa hal itu sulit karena itu adalah pekerjaannya. 

Respons kuat Ningning aespa pun menuai pujian, terutama jika dibandingkan dengan kehancuran dan minimnya perbaikan Sakura LE SSERAFIM.

Sebuah Tweet yang membandingkan keduanya bahkan telah melampaui 42.000 like dan 2 juta view di platform X. 

Namun, beberapa orang masih membela Sakura LE SSERAFIM, dengan mengatakan bahwa Sakura tidak pernah mengeluh tentang jam kerjanya, tetapi hanya mengekspresikan emosinya setelah menerima kebencian.***


Editor : Irma Nurfajri