Menteri Edhy Prabowo Ingin Iklim Kondusif untuk Perikanan Budi Daya
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menginginkan ada kerja sama yang baik dari pelaku usaha perikanan nasional. Tujuannya, menciptakan iklim kondusif untuk pengembangan perikanan budi daya di Tanah Air.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta- Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menginginkan ada kerja sama yang baik dari pelaku usaha perikanan nasional. Tujuannya, menciptakan iklim kondusif untuk pengembangan perikanan budi daya di Tanah Air.
"Harapannya ke depan kita berjalan bersama-sama, terjadi iklim yang kondusif, serta permasalahan yang ada bisa segera selesai," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy dalam pertemuan dengan pemangku kepentingan bidang perikanan budi daya di KKP, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Menurut dia, pelaku usaha jangan bersikap keras-kerasan karena pemerintah sendiri juga bukannya ingin hanya menang-menangan, tetapi bagaimana ke depannya dapat tercipta iklim yang kondusif.
Menteri Kelautan dan Perikanan mencontohkan salah satu permasalahan dalam budi daya perikanan misalnya terkait maraknya Keramba Jaring Apung (KJA) seperti di Jatiluhur dan Toba yang mengganggu daya dukung lingkungan.
Ia mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mencari jalan keluar karena yang diinginkan oleh pemerintah adalah menertibkan, bukannya mematikan dunia usaha perikanan.
"Mari kita samakan visi dan misi untuk membangun perikanan budi daya," ucapnya.
Menteri Edhy juga mengungkapkan ada sekitar 32 waduk yang rencananya akan diserahkan untuk dikelola oleh KKP yang rencananya juga akan melibatkan kalangan masyarakat di sekitarnya.
Sebelumnya Penasihat Kebijakan Pusat Transformasi Kebijakan Publik Abdul Halim menyatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama-sama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar perlu bersinergi terkait perizinan usaha perikanan.
"Dalam konteks ini (perizinan usaha perikanan), Menteri Kelautan dan Perikanan perlu duduk bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan," kata Abdul Halim dalam diskusi di Jakarta, Selasa (19/11). (antara)
Editor : Bsafaat

