Mesir Dibungkam Senegal di Final Piala Afrika, Mohamed Salah Janji Langsung Balas Dendam

Mesir takluk melawan Senegal di final Piala Afrika. Mohamed Salah yang nyaris menangis langsung usung misi balas dendam.

Mesir Dibungkam Senegal di Final Piala Afrika, Mohamed Salah Janji Langsung Balas Dendam
Mohamed Salah kecewa setelah Mesir takluk menghadapi Senegal di Final Piala Afrika.

INILAHKORAN, Bandung- Mohamed Salah begitu terpukul setelah Mesir takluk melalui drama adu penalti kontra Senegal di final Pala Afrika.

Duel Mesir vs Senegal berlangsung di Yaounde, Kamerun, Senin 7 Februari 2022. Mohamed Salah dan kawan-kawan memaksakan laga ini ke drama adu penalti.

Sialnya, saat adu penalti Mohamed Salah dan kawan-kawan gagal mengantarkan Mesir juara lantaran kalah 2-4 kontra Senegal.

Baca Juga: Covid 19 Melonjak, Alun alun Garut Hanya Ditutup Tali Rapia, Warga Nekat Terobos Masuk

Mohamed Abdelmonem dan Mohanad Lasheen sama-sama gagal mengonversi penalti mereka.

Hal itu, membuat Mohamed Salah Salah tidak mendapatkan kesempatan menendang penalti sebelum Sadio Mane mengonversi penalti penentu kemenangan Senegal.

 "Dari sini kami akan bangkit. Hari ini kami menang tidak bisa menang tetapi lain kali kami akan lebih baik lagi," kata kiper Mesir Mohamed Abou Gabal yang dinobatkan sebagai man of the match setelah menggagalkan penalti Mane pada menit ketujuh babak pertama.

Baca Juga: MAXstream Rilis 'Akad', Film Orisinal Perjalanan Cinta Seorang Perempuan yang Tak Ingin Menikah

Pemain berusia 33 tahun yang akrab disapa Gabaski dan nomor punggungnya pun bertuliskan nama ini, juga menepis tendangan Bouna Sarr dalam adu penalti itu tetapi usahanya akhirnya sia-sia.

Salah nyaris menangis bahkan sebelum Mane mengonversi penalti saat dia terpaksa berada pada pihak yang kalah dalam final itu. Bagia dia ini adalah kedua kalinya dalam tiga edisi setelah Mesir juga dikalahkan oleh Kamerun pada 2017.

"Salah adalah pemain kelas dunia dan perilakunya sama seperti yang lain," kata asisten pelatih Mesir Diaa al-Sayed. Pelatih Carlos Queiroz diskors tidak boleh memimpin partai final ini.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Senin 7 Februari 2022: Khawatir Reyna Diambil Nino, Mama Rosa Lakukan Hal Ini

 “Dia bertekad menang. Dia sudah lama bermain dan memenangkan kompetisi besar di Eropa tetapi dia sangat ingin memenangkan trofi ini demi negaranya."

"Bersama dia, kami ingin lolos ke Piala Dunia. Dia seperti kapten tim mana pun. Dia kecewa karena tidak mencapai tujuannya," sambung dia seperti dikutip AFP.

Kedua tim akan bertemu lagi dalam pertandingan dua leg playoff kualifikasi Piala Dunia Afrika bulan depan.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Karawang Senin 7 Februari 2022

Mesir akan bermain di kandang pada leg pertama saat mereka berusaha mengamankan tempat di Qatar akhir tahun nanti.

Kedua tim tersisih pada putaran final Piala Dunia terakhir di Rusia pada 2018, sejak fase grup.***


Editor : inilahkoran