Mimpi Terwujud, Jakarta Electric PLN Bangun Akademi
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN sekaligus Pembina Jakarta Electric PLN, Yusuf Didi Setiarto mengaku Akademi ini merupakan sebuah mimpi yang sudah diinginkan sejak 9 tahun lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tim bola voli putri Jakarta Electric PLN bangun akademi. Ini merupakan mimpi yang terwujud.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN sekaligus Pembina Jakarta Electric PLN, Yusuf Didi Setiarto mengaku akademi ini merupakan sebuah mimpi yang sudah diinginkan sejak 9 tahun lalu.
“Saya sedikit emosional, apa yang kita lihat dan alami saat ini itulah mimpi 9 tahun lalu. Alhamdulillah sekarang bisa terealisasi dengan upaya dan kerjasama,” ungkap Yusuf di GOR Electric PLN Bandung, Jalan Ciseureuh Moch Toha, Kota Bandung, Sabtu, 28 Desember 2024.
Ia memastikan akademi ini merupakan sebuah orientasi jangka panjang yang bertujuan untuk mengasah para bibit pevoli muda. Tidak hanya untuk Jakarta Electric PLN, namun juga bisa menjadi andalan Indonesia ke depannya.
“Ada mes di sini. Ini kan dilihat sendiri persentase mimpinya besar dalam 3 tahun, ini fondasi, kawan-kawan di seluruh Indonesia, ini bisa jadi awalan dan memberi inspirasi buat yang lain siapapun yang mau meng-copy ini sangat terbuka. Kalau bayangan saya ada 3 tim putri, putra ada 3 akademi, selesai negeri ini. Kita gak akan kekeringan SDM volleyball, dengan standar kepelatihan internasional,” tuturnya.
Ia pun memastikan akademi ini akan menjadi titik kumpul dari sebuah proses pembinaan yang terstruktur dan terukur, yang disusun secara profesional oleh manajemen tim. Didalamnya terdapat sosok yang paham dalam pembentukan sebuah akademi.
“Jadi nanti di Indonesia kami punya lima satelit, di Manado, Surabaya, Lombok, Bandung, dan rencananya di Batam. Di situ akan menjadi titik titik akuisisi, bagaimana mereka mengakuisisi daerah, ini kami akan bicara. Adapun supaya antar satelit dan tempat berlatih ini tidak berjalan dari segi kualitas dan standar kepelatihan, pelatih yang ada di satelit akan dibawa ke Bandung untuk training, biar bagaimana membaca statistik, membaca pola, soal metode pelatihan, makanan dan sebagainya,” jelasnya.
Ia akui program ini merupakan tiruan dari salah satu perusahaan yang saat ini masih konsisten dalam membina cabang olahraga bulu tangkis. Bahkan bisa tampil di level internasional.
“Saya juga bertemu dengan Thor, kami ambil yang putri. Karena di negara ini harus ada yang isi, gak bisa kita terbuai dengan ekosistem yang seperti ini terus menerus. Kita harus putus mata rantai,” tegasnya.
Dengan pembinaan ini Jakarta Electric PLN berharap dalam beberapa tahun ke depant tidak ada lagi kekeringan atlet voli dari tingkat daerah hingga ke nasional. Dengan standar kepelatihan internasional, akademi ini diharap mampu melahirkan para pemain unggul yang mampu bersaing minimal dalam kompetisi dalam negeri.
“Kita tidak kaleng kaleng, kami datangkan trio masketir dari Thailand, yang satu ahli manajemen sport, pelatihan. Ini akan mengawal. Jangka pendek ikut kompetisi Proliga,” pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)
Editor : Ahmad Sayuti

