Minimalisasi Risiko Bencana, Basarnas Bandung Latih Potensi SAR Jabar

Direktur Bina Potensi Basarnas, I Ketut Parwa membuka pelatihan potensi SAR Jawa Barat di Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung.

Minimalisasi Risiko Bencana, Basarnas Bandung Latih Potensi SAR Jabar
Direktur Bina Potensi Basarnas, I Ketut Parwa membuka pelatihan potensi SAR Jawa Barat di Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung. (istimewa)

INILAH, Bandung - Direktur Bina Potensi Basarnas, I Ketut Parwa membuka pelatihan potensi SAR Jawa Barat di Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung. Upacara pembukaan dilaksanakan pukul 09.00 WIB, Senin (3/2/2020), dan bertindak sebagai inspektur upacara Direktur Bina Potensi Basarnas.

Pelatihan Potensi SAR yang diberikan kepada peserta adalah Pencarian dan Pertolongan di Gunung Hutan (Jungle Rescue) dan Teknik Pertolongan di Ketinggian (High Angel Rescue Technique: HART), Pelatihan ditujukan bagi potensi SAR Jawa Barat yang berasal dari organisasi berbasis masyarakat di wilayah Jawa Barat.

Sebanyak 120 orang mengikuti Pelatihan Potensi SAR ini, 60 orang peserta HART dan 60 orang peserta Jungle Rescue dengan harapan para peserta pelatihan meningkat kualitas dan kemampuan pada pelaksanaan operasi SAR secara cepat dan tepat guna mengurangi risiko membahayakan manusia.

Pembukaan dihadiri oleh tamu undangan dari berbagai elemen seperti Pangdam III Siliwangi, Polda Jabar, Brimob Polda Jabar, Lanal Bandung, Yonif, Lanud Husein, Para Rider 330, Satpol PP, Forkopimda Kabupaten Sumedang, Danramil, Posek Cimanggung, FKP3 Pusat, FKP3D Jabar, KRPBI serta organisasi SAR di wilayah Jawa Barat lainnya.

“Pentingnya peran potensi SAR bagi Basarnas dalam operasi pencarian dan pertolongan ditunjukkan dengan diadakannya pelatihan SAR bagi potensi SAR untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan potensi SAR di berbagai bidang, khususnya di bidang Jungle Rescue dan pertolongan di ketinggian atau HART (High angel Rescue Technique),” ujat I Ketut Parwa seperti rilis yang diterima INILAH, Senin (3/2/2020).

Pelatihan potensi SAR ini merupakan upaya ari Basarnas untuk memberikan pembinaan bagi potensi SAR. “Dengan pelatihan ini diharapkan para peserta memiliki kompetensi dan dapat diimplementasikan pada pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan yang kemungkinan terjadi di masa yang akan datang,” ujar I Ketut Parwa menambahkan.

Semakin banyak potensi SAR yang berkompeten maka semakin mempercepat response time dan mampu meminimalisir jatuhnya atau semakin parahnya kondisi survivor.

Kegiatan pelatihan High Angel Rescue Technique (HART) akan dilaksanakan di tebing Desa Sukapura, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, sedangkan kegiatan pelatihan pencarian dan pertolongan di gunung hutan (Jungle Rescue) akan dilaksanakan di Gunung Kareumbi Kabupaten Sumedang.

Direktur Bina Potensi Basarnas pada akhir sambutannya menyampaikan pesan bagi peserta yang akan mengikuti pelatihan. “Ikuti pelatihan dengan serius, laksanakan instruksi yang diberikan instruktur dengan seksama, utamakan keselamatan diri dan hindari sikap overconfident dan keragu-raguan pada materi yang berisiko, jaga kesehatan serta jadikanlah pelatihan ini sebagai ajang pembelajaran, tukar-menukar pengalaman, dan mempererat jalinan silaturahim di antara kita sebagai sesama insan SAR,” pungkasnya.

Harapannya, semua materi dalam pelatihan ini dapat terserap kemudian ditransformasikan ke lingkungan peserta sekalian sehingga pemahaman SAR khususnya di ketinggian dan jungle rescue ini semakin dirasakan oleh masyarakat luas. (sur)


Editor : suroprapanca