Minyak Goreng Bersubsidi Langka di Sejumlah Pasar Tradisional Karawang

Harga minyak goreng bersubsidi di sejumlah pasar tradisional di Karawang mengalami kenaikan. 

Minyak Goreng Bersubsidi Langka di Sejumlah Pasar Tradisional Karawang
Selain naik harga, minyak goreng bersubsidi itu langka di pasar hingga pedagang di Karawang sulit menjual minyak goreng tersebut. (nila kusuma)

INILAHKORAN.ID - Harga minyak goreng bersubsidi di sejumlah pasar tradisional di Karawang mengalami kenaikan. 

Selain naik harga, minyak goreng bersubsidi itu langka di pasar hingga pedagang di Karawang sulit menjual minyak goreng tersebut. 

Pedagang pun meminta pemerintah turun tangan agar harga minyak goreng bersubsidi kembali stabil dan tidak langka.

Seperti dikatakan Satrio (34) pedagang Pasar Johar Karawang mengatakan kesulitan mendapatkan minyak goreng Minyakita di pasaran. 

Kalaupun dapat harganya sudah lebih mahal hingga memaksa dia menjual seharga Rp20 ribu perliter. Padahal harga sesuai HET hanya Rp15 ribu per liter.

“Barangnya langka dan sulit didapat jadi kami juga tidak bisa menjualnya. Kalaupun dapat harganya sudah tinggi hingga kami terpaksa menjual lebih mahal dari biasanya,” kata Satrio.

Satrio menambahkan, minyak goreng bersubsidi yang didapatnya pun sangat terbatas dari biasanya. Sekali pengiriman dia hanya menerima kemasan dua liter dengan harga Rp39 ribu. 

"Informasi yang saya dapat dari distributor katanya minggu depan stok minyak goreng kembali kosong. Kalau itu benar kita sulit menjual minyak goreng," katanya.

Satrio mengatakan karena minyak goreng langka maka dia memastikan kalaupun ada maka harganya akan naik lagi. Selain itu para pedagang juga akan berebutan untuk mendapatkan minyak goreng. 

"Semakin sulit didapat harga akan semakin tinggi. Para pedagang juga akan bersaing dan berebut mendapatkan minyak goreng,” katanya. 

Akibat terjadi kelangkaan maka harga minyak bersubsidi ini hampir menyamai harga minyak goreng non subsidi atau minyak goreng premium. Jika itu terjadi maka pedagang semakin kesulitan menjual minyak goreng Minyakkita. 

"Barangnya langka dan harganya terus naik semakin membingungkan pedagang," katanya.

Menurutnya, pemerintah sudah seharusnya turun tangan stabilisasi harga dan juga stok MinyaKita. Terkait kelangkaan, Satrio memastikan kelangkaan bukan karena penimbunan. Dia menduga kelangkaan karena ada masalah dalam produksi hingga mengganggu distribusi. 


Editor : Doni Ramdhani