Misteri Kematian Diplomat Muda Kemlu, Kompolnas Tunggu Hasil Autopsi Arya Daru

Kompolnas menyatakan harapannya agar penyebab meninggalnya Arya Daru Pangayunan (ADP), diplomat muda sekaligus staf Kementerian Luar Negeri yang ditemukan tewas di kamar indekos kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dapat segera terungkap.

Misteri Kematian Diplomat Muda Kemlu, Kompolnas Tunggu Hasil Autopsi Arya Daru
Misteri Kematian Diplomat Muda Kemlu, Kompolnas Tunggu Hasil Autopsi Arya Daru

INILAHKORAN - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan harapannya agar penyebab meninggalnya Arya Daru Pangayunan (ADP), diplomat muda sekaligus staf Kementerian Luar Negeri yang ditemukan tewas di kamar indekos kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dapat segera terungkap.

"Kami berharap dalam waktu dekat, kalau bisa minggu ini sudah ada kejelasan. Jadi nanti bisa disandingkan antara hasil autopsi dan temuan-temuan penyidik di lapangan," ujar Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam dikutip Rabu 23 Juli 2025.

Menurut Anam, sejumlah barang bukti penting sudah dikumpulkan oleh Polda Metro Jaya, termasuk data dari rekam jejak digital. Saat ini, yang ditunggu hanya hasil autopsi jenazah Arya untuk melengkapi proses penyidikan.

"Sejauh ini tidak ada hambatan berarti. Mudah-mudahan tinggal menunggu hasil autopsi saja dan setelah itu bisa segera diumumkan. Ini penting agar peristiwa ini menjadi terang dan bisa ditindaklanjuti secara maksimal," lanjutnya.

Kompolnas sendiri sebelumnya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng. Anam menyebut pihaknya telah memverifikasi kondisi kamar korban secara detail.

Pengecekan meliputi kondisi CCTV, plafon, saluran air, posisi kasur, hingga keberadaan dua jenis kunci kamar—yang salah satunya hanya bisa dioperasikan dari dalam ruangan. "Kami juga meminta penjaga kos untuk memperagakan posisi kunci saat pertama kali ditemukan, karena ini jadi salah satu titik krusial dalam penyelidikan," jelasnya.

Anam menambahkan bahwa pihak kepolisian telah menjelaskan skema pengambilan data CCTV secara cukup rinci. Bahkan data rekaman ditarik hingga beberapa waktu ke belakang untuk menelusuri segala kemungkinan yang terjadi sebelum kematian Arya.


Editor : Firda Rachmawati