Mitigasi Ancaman Kekeringan di Jabar, Kementerian PU Bentuk Satgas Antisipasi El Nino
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Kementerian PU memperkuat mitigasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat mitigasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino di Jabar.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemerintah kini membentuk Satgas Antisipasi El Nino guna memperkuat koordinasi lintas unit organisasi di lingkungan Kementerian PU.
Menurutnya, penanganan El Nino harus dilakukan secara terpadu karena dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga dapat memengaruhi layanan penyediaan air minum dan operasional infrastruktur sumber daya air.
Berbagai langkah antisipatif telah dilakukan sejak dini untuk menjaga ketersediaan pasokan air, menjamin layanan irigasi, serta mendukung ketahanan pangan nasional selama musim kemarau.
"Di Jabar, sebagai langkah kesiapsiagaan BBWS Cimanuk Cisanggarung mengoptimalkan sistem mitigasi melalui UP3BK (Unit Pengelola Prasarana Pengendali Banjir dan Kekeringan)," kata Dody dikutip Antara, Senin (6/7/2026).
Dia menuturkan, sistem itu mengintegrasikan pemantauan kondisi bendungan, bendung, daerah rawan kekeringan, pengaturan operasi air, layanan call center, Tim Reaksi Cepat (TRC), serta koordinasi lintas instansi agar setiap potensi gangguan terhadap layanan air dapat direspons secara cepat dan tepat.
Sebanyak 290 personel disiagakan selama musim kemarau untuk memastikan seluruh prasarana sumber daya air tetap berfungsi optimal. Pemantauan dilakukan secara intensif setiap hari pada 9 bendungan, 33 embung, 23 situ, 25 bendung, serta jaringan irigasi yang berada di wilayah kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung.
Hingga 30 Juni 2026 tercatat kondisi 9 bendungan yakni Bendungan Jatigede, Cipanas, Darma, Kuningan, Malahayu, Setupatok, Sedong, Bolang, dan Rancabeureum dengan total volume tampungan air yang masih mencapai sekitar 1,10 miliar m3, sehingga masih mampu mendukung kebutuhan air irigasi pada musim kemarau sekitar 136,254 hektare.
Dody mengatakan, Dalam pengoperasiannya pelepasan air dari bendungan dilakukan secara terukur dan tidak sembarangan. BBWS Cimanuk Cisanggarung menyesuaikan pola operasi waduk berdasarkan kondisi tampungan serta kebutuhan di lapangan, terutama untuk menjamin suplai air irigasi, penyediaan air baku, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), hingga menjaga keseimbangan cadangan air selama musim kemarau.
Seluruh data elevasi, volume tampungan, dan debit pengeluaran air dipantau setiap hari sebagai dasar pengoperasian tampungan air.
Editor : Doni Ramdhani
