INILAH, Paris - Usianya sudah tak muda lagi, 40 tahun. Tapi, Gianluigi Buffon baru tahu dirinya sudah tua ketika berhadapan dengan putra mantan rekan seklubnya.
Dalam usia 40 tahun, Buffon masih tetap aktif di kompetisi level tertinggi. Saat ini, dia memperkuat klub kaya Prancis, Paris St Germain. Hampir semua rekan seangkatannya sudah gantung sepatu. Ada sebagian yang beralih jadi pelatih.
Buffon mengakui ada saat-saat dimana dia berpikir sudah waktunya baginya untuk gantung sarung tangan. Salah satunya, ketika dia tiba-tiba harus berhadapan dengan putra mantan rekan seklubnya dalam sebuah pertandingan. Jika mantan rekannya sudah alih generasi, Buffon baru sadar sudah begitu lama dia menghabiskan waktu di lapangan hijau.
Peristiwa itu terjadi ketika dia saling berhadapan dengan Federico Chiesa. Federico adalah putra Enrico Chiesa, rekan setim Buffon ketika mengawali karier bersama Parma. Buffon dan Enrico Chiesa adalah pilar Parma ketika secara mengejutkan menjadi klub yang diperhitungkan di Italia hingga Eropa.
"Main menghadapi Federico Chiesa untuk pertama kalinya membuat saya sedikit kurang nyaman. Itu untuk pertama kalinya saya menghadap putra kawan lama saya," katanya.
Ketika itulah, Buffon mulai mengevaluasi diri. "Saat itulah saya berpikir untuk pertama kalinya untuk gantung sarung tangan," sebut mantan kiper Juventus itu.
Tapi, pada akhirnya, mantan kapten Italia yang jadi pahlawan ketika menjuarai Piala Dunia 2010 itu memutuskan melanjutkan kariernya sebagai pemain. Dia mengambil keputusan itu karena masih bisa menikmati permainan sepak bola dalam hidupnya. "Dan saya bangga, saya masih tetap eksis dan diperhitungkan," tambahnya pula.