Moment Viral Sepakbola Antar Kampung di Lembang yang Bubar Gegara Pusaran Angin di Lapangan

Perehelatan sepakbola antar kampung di Lembang KBB bubar lantaran ada pusaran angin di tengah lapang

Moment Viral Sepakbola Antar Kampung di Lembang yang Bubar Gegara Pusaran Angin di Lapangan
Pusaran angin di tengah lapang membuat laga sepakbola antar kampung di Lembang KBB bubar.

INILAHKORAN, Ngamprah - Laga sepakbola antar kampung yang dihelat di Stadion Bentang, Jalan Baruajak, Desa/Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) viral di media sosial.

Pasalnya, laga sepakbola antar kampung di Lembang tersebut terhenti bukan karena laganya yang berlangsung menarik atau terjadi insiden keributan antar pemain atau pun antar penonton. Melainkan karena terjadinya pusaran angin besar seperti puting beliung di tengah lapangan.

Dalam rekaman video berdurasi 30 detik tersebut terlihat angin yang meliuk-liuk di tengah laga berlangsung membuat pemain dari kedua kesebelasan berlarian menyelamatkan diri.

Bahkan, beberapa pemain yang tak sempat menghindar dari pusaran angin,  tampak menutup mata dan hidung agar tak terkena debu yang beterbangan.

Tak hanya itu dalam video lainnya, sejumlah pemain menepi ke pinggir lapangan dan menyisakan seorang hakim garis di sisi timur lapangan.

Berdasarkan penelusuran, peristiwa itu terjadi pada Sabtu 6 Agustus 2022 siang. Kejadian langka tersebut berhasil diabadikan sejumlah penonton.

Angin kencang yang terjadi kurang dari sekitar 1 menit itu lalu tiba-tiba menjauh di bagian utara lapangan Bentang. Beruntung tidak ada kerusakan ataupun  korban jiwa dari peristiwa tersebut

Berdasarkan keterangan penjaga warung di Stadion Bentang, Rudi mengatakan, setelah puting beliung mereda, pertandingan sepak bola kembali dilanjutkan di tengah kekhawatiran pemain.

"Pusaran angin terjadi pada saat cuaca terik. Kami yang ada di dalam stadion dengan mata kepala sendiri menyaksikan angin menerbangkan tanah stadion yang mengering," katanya, Selasa 9 Agustus 2022.

Ia menyebut, pusaran angin di tengah lapangan sepak bola baru pertama kali dialaminya.

"Kalaupun ada angin, hanya biasa-biasa saja, enggak sampai sebesar itu," sebutnya.

Ia menjelaskan, banyak klub sepak bola yang rutin menggelar latihan hingga kompetisi di stadion yang dibangun dan diresmikan pada jaman kepemimpinan mantan Bupati Bandung Barat, Abubakar pada 2013 tersebut.

"Tak sedikit lahir pemain profesional  di stadion ini. Harapannya, lapangan kembali berumput supaya layak digunakan untuk pertandingan," ujarnya.*** (agus satia negara).


Editor : Ahmad Sayuti