MPLS Tanpa Perpeloncoan, Siswa Baru SMPN 43 Kota Bandung Sambut Sekolah dengan Nyaman

Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMP Negeri 43 Kota Bandung, berlangsung dengan suasana ramah dan menyenangkan.

MPLS Tanpa Perpeloncoan, Siswa Baru SMPN 43 Kota Bandung Sambut Sekolah dengan Nyaman
Peserta didik baru mengikuti MPLS hari pertama dengan suasana nyaman, dan tanpa perpeloncoan.

INILAHKORAN.ID - Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMP Negeri 43 Kota Bandung, berlangsung dengan suasana ramah dan menyenangkan. Pada hari pertama pelaksanaan, para peserta didik baru mulai mengenal lingkungan sekolah tanpa adanya tekanan maupun praktik perpeloncoan.

Kepala SMPN 43 Kota Bandung, Elis Rahmawati memastikan, kegiatan MPLS tahun ajaran 2026/2027 dirancang membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara positif. Kegiatan, berlangsung selama lima hari dengan berbagai materi yang bersifat edukatif dan membangun karakter.

"Untuk hari ini pematerinya berasal dari narasumber internal, yaitu guru-guru di sekolah. Besok akan ada materi wajib dan juga materi pilihan," kata Elis Rahmawati, Senin (13/7/2026).

Dia menjelaskan, materi wajib dalam MPLS mengikuti arahan Kementerian. Di antaranya gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, sapa pagi ceria, etika bermedia sosial dan budaya salam sapa 5S. Materi tersebut, diberikan agar siswa tidak hanya mengenal sekolah. Namun juga memahami nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Selain pembekalan karakter, SMPN 43 Kota Bandung juga menghadirkan sejumlah materi pilihan sesuai kebutuhan peserta didik. Sekolah menggandeng berbagai instansi memberikan wawasan tambahan, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan puskesmas setempat.

"Untuk materi pilihan kami sesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Misalnya materi tanggap bencana kami mengundang BPBD. Kemudian untuk edukasi kesehatan dan gizi, kami bekerja sama dengan puskesmas setempat. Jadi anak-anak mendapatkan bekal yang lebih lengkap," ucapnya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SMPN 43 Kota Bandung menerima sebanyak 318 peserta didik baru yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar. Seluruh siswa tersebut, mengikuti rangkaian MPLS sebagai tahap awal sebelum menjalani proses pembelajaran di sekolah.

Elis menegaskan, pihak sekolah tidak memberikan ruang bagi praktik senioritas maupun perpeloncoan selama kegiatan berlangsung. Pengurus organisasi siswa intra sekolah (OSIS), justru dilibatkan sebagai pendamping membantu siswa baru mengenal lingkungan sekolah.

"Untuk senioritas tidak ada, apalagi perpeloncoan. Kami justru meminta bantuan pengurus OSIS, untuk menjadi pendamping bagi adik-adik kelasnya selama kegiatan berlangsung," ujar dia.

Suasana MPLS yang nyaman, dirasakan langsung para peserta didik baru. Aqilah, salah seorang siswa baru SMPN 43 Kota Bandung mengaku senang dapat bersekolah di tempat yang sejak lama menjadi impiannya.

"Saya memang ingin sekolah di sini. Cita-cita saya ingin menjadi pelukis. Semoga bisa berprestasi dan mendapat nilai yang tinggi," kata Aqilah.

Menurutnya, kegiatan hari pertama MPLS berjalan menyenangkan. Dia mulai mengenal guru, teman baru hingga suasana belajar di sekolah barunya. "Seru. Tadi upacara, terus banyak kegiatan. Sudah kenal dengan guru dan teman-teman, bahkan sudah punya teman sebangku," ucapnya.

Hal serupa disampaikan Ferjian, peserta MPLS lainnya. Dia mengaku, merasa nyaman mengikuti hari pertama sekolah karena suasana yang diberikan membuat siswa baru tidak merasa takut. "Senang bisa dapat teman baru. Hari pertama seru. Tidak takut karena tidak ada yang menyuruh macam-macam atau perpeloncoan," kata Ferjian.***


Editor : JakaPermana