Lewat MPLS 2026, Dedi Mulyadi Dorong Sekolah Cetak Generasi Cerdas dan Berintegritas

Pemprov Jabar memanfaatkan MPLS 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat fondasi karakter peserta didik. 

Lewat MPLS 2026, Dedi Mulyadi Dorong Sekolah Cetak Generasi Cerdas dan Berintegritas
Kepala BKD Jabar Dedi Supandi saat memimpin upacara pembukaan MPLS di SMKN 9 Kota Bandung, Rabu (15/7/2026). (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar memanfaatkan MPLS 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat fondasi karakter peserta didik. 

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan, sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi harus menjadi ruang pembentukan manusia yang berintegritas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan melalui amanat Gubernur yang dibacakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar Dedi Supandi saat memimpin upacara pembukaan MPLS di SMKN 9 Kota Bandung, Rabu (15/7/2026).

Dalam amanatnya, Dedi Mulyadi menekankan, hari pertama masuk sekolah bukan sekadar seremoni tahunan bagi siswa baru. Momentum tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter yang akan menentukan kualitas generasi Jawa Barat di masa mendatang.

"Hari ini bukan sekadar hari pertama masuk sekolah, melainkan awal dari proses pembentukan karakter sebagai pelajar Jawa Barat. Sebuah proses untuk membangun disiplin, menumbuhkan tanggung jawab, dan membiasakan diri hidup dengan nilai-nilai karakter yang akan menjadi bekal sepanjang kehidupan," ujarnya.

Dia menilai, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Lebih dari itu, sekolah dituntut mampu mencetak generasi yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kekuatan moral, integritas, dan kepedulian sosial.

Guna mewujudkan tujuan tersebut, Pemprov Jabar menjadikan nilai Pancawaluya sebagai pijakan utama pembangunan pendidikan. Konsep tersebut memuat lima karakter yang harus melekat pada setiap pelajar Jabar yakni cageur (sehat jasmani dan rohani), bageur (berakhlak mulia), bener (jujur dan berintegritas), pinter (cerdas dan gemar belajar), serta singer (tangguh, terampil, dan produktif).

Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus hadir dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan tidak berhenti sebagai slogan atau jargon pendidikan semata. Pancawaluya harus menjadi budaya yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak peserta didik.

Melalui MPLS, seluruh elemen sekolah juga didorong membangun lingkungan pendidikan yang aman, ramah, positif, dan mendukung perkembangan karakter siswa. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya tercermin dari prestasi akademik, melainkan dari kemampuan sekolah melahirkan generasi yang beretika, disiplin, dan memiliki semangat untuk terus berkembang.

Pemprov Jabar berharap, MPLS tahun ini menjadi titik awal lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga kokoh memegang nilai-nilai Pancawaluya sebagai identitas pelajar Jabar. Langkah tersebut sejalan dengan visi Dedi Mulyadi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi sekaligus berakhlak kuat.


Editor : Doni Ramdhani