Bukan Sekadar MPLS, Sekolah Maung Jabar Uji Kepemimpinan dan Talenta Siswa

MPLS di Sekolah Maung tahun ini dirancang jauh melampaui agenda pengenalan sekolah semata tapi mendorong agar siswa memiliki kemampuan

Bukan Sekadar MPLS, Sekolah Maung Jabar Uji Kepemimpinan dan Talenta Siswa
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengatakan, MPLS di 41 Sekolah Maung akan memberi ruang kepada peserta didik untuk menunjukkan keunggulan yang mengantarkan mereka diterima di sekolah tersebut.

INILAHKORAN.ID - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) Jawa Barat tahun ini dirancang jauh melampaui agenda pengenalan sekolah semata. 

Para siswa terbaik yang lolos seleksi ketat, akan didorong menampilkan kemampuan dan prestasi mereka dalam sebuah panggung khusus yang menjadi ciri pembeda Sekolah Maung.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pengembangan bakat, kepemimpinan, dan karakter siswa unggulan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengatakan, MPLS di 41 Sekolah Maung akan memberi ruang kepada peserta didik untuk menunjukkan keunggulan yang mengantarkan mereka diterima di sekolah tersebut.

"MPLS Sekolah Maung salah satunya adalah bagaimana anak-anak yang mempunyai kelebihan di situ untuk bisa memperlihatkan kemampuan-kemampuan mereka, termasuk mereka disuruh mengorganisasi kegiatan yang akan ditampilkan," ujar Purwanto, Rabu (15/7/2026).

Sekolah Maung sendiri menjadi rumah bagi siswa berprestasi dari berbagai bidang. Mulai dari peraih medali olimpiade sains, atlet nasional, hingga siswa dengan kemampuan non-akademik yang menonjol.

Sebab itu, MPLS dirancang sebagai sarana identifikasi sekaligus penguatan potensi para siswa sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah baru. Mereka tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga dilibatkan dalam proses perencanaan dan penyelenggaraan aktivitas yang akan dipentaskan.

Gandeng TNI dan Polri 

Selain menampilkan talenta siswa, pelaksanaan MPLS tahun ini juga tetap menggandeng unsur TNI dan Polri. Keterlibatan aparat keamanan dinilai penting untuk memberikan materi terkait wawasan kebangsaan, kedisiplinan, hingga pembentukan karakter peserta didik.

"Tahun ini kami juga melibatkan. Jadi, terlibat semua aparat TNI yang dekat dengan lingkungan itu, termasuk kepolisian. Saya sudah minta semua satuan pendidikan untuk melibatkan TNI dan Polri di wilayahnya masing-masing," ucapnya.

Tak hanya TNI dan Polri, seluruh pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga diminta turun langsung ke sekolah-sekolah selama MPLS berlangsung. Mereka akan melakukan pemantauan sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa baru.

"Pak Gubernur sudah meminta semua pejabat eselon 2, 3, itu bisa terjun ke sekolah-sekolah melakukan monitoring sekaligus terlibat dalam pembukaan MPLS," katanya.

Di SMAN 5 Bandung yang menjadi salah satu Sekolah Maung, hari pertama MPLS diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah serta sesi motivasi yang menghadirkan alumni Program Murid Barak Militer Pancawaluya.

Pihak sekolah telah menyiapkan agenda khusus bertajuk Unjuk Kabisa, yang akan menjadi puncak rangkaian MPLS sekaligus wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 5 Bandung, Repy Hapyan mengatakan, kegiatan tersebut akan digelar pada hari terakhir MPLS bersamaan dengan program Aksi Ekologi.

"Selanjutnya kita ada program Unjuk Kabisa dan Aksi Ekologi nanti di hari terakhir. Di hari terakhir ada Unjuk Kabisa, bagaimana talenta-talenta siswa ini kelas 10 akan tampil di nanti di hari terakhir," tuturnya.

Sebanyak 65 siswa Sekolah Maung di SMAN 5 Bandung yang mayoritas merupakan atlet berprestasi, dipastikan akan mendapat kesempatan tampil. 

Namun, panggung tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi siswa yang diterima melalui jalur prestasi olahraga atau non-akademik.

Sekolah juga membuka ruang bagi siswa dari jalur akademik, yang memiliki kemampuan khusus di luar bidang studinya.

"Kemungkinan dari jalur yang lain juga pasti ditampilkan. Misalkan dia jalur ikut jalur rapor di sini tapi dia punya apa, punya talenta di bidang silat misalkan, di bidang yang lainnya," katanya.

Melalui konsep ini, Sekolah Maung berupaya menegaskan identitasnya sebagai sekolah pengembangan talenta. MPLS bukan lagi sekadar agenda orientasi, melainkan momentum awal untuk memperkenalkan kapasitas, kreativitas, dan karakter para siswa unggulan Jawa Barat kepada lingkungan sekolahnya. 


Editor : Ahmad Sayuti