MPM KM-Politeknik STTT Bandung Gelar Sidang Umum Mahasiswa

MPM KM-Politeknik STTT Bandung menggelar kegiatan Sidang Umum Mahasiswa. Sidang ini mengevaluasi kinerja lembaga eksekutif mahasiswa. Kegiatan ini digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Politeknik STTT Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Minggu (2/2/2020).

MPM KM-Politeknik STTT Bandung Gelar Sidang Umum Mahasiswa
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - MPM KM-Politeknik STTT Bandung menggelar kegiatan Sidang Umum Mahasiswa. Sidang ini mengevaluasi kinerja lembaga eksekutif mahasiswa. Kegiatan ini digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Politeknik STTT Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Minggu (2/2/2020).

Sidang Umum Mahasiswa ini dihadiri seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Himpunan Mahasiswa Teknik Tekstil (Himatteks), Himpunan Mahasiswa Kimia Tekstil (Himakit), dan Himpunan Mahasiswa Barang Jadi Tekstil (HM-BJT), elemen KM-Politeknik STTT Bandung baik dari mahasiswa umum, UKM, Independen, Eksternal, dan Perguruan Tinggi.

Ketua Komisi 1 Muhammad Zuljafri Aidul mengatakan, Sidang Umum Mahasiswa ini dapat dihadiri oleh pihak Perguruan Tinggi. Dari pihak Perguruan Tinggi pun ikut bertanya mengenai kegiatan mahasiswa yang ditanyakan langsung oleh Pembantu Direktur III. Dari pihak Perti ini sengaja dari panitia pelaksana diundang untuk lebih perhati lagi terhadap permasalahan-permasalahan dibidang kemahasiswaan.

"Disamping itu, beberapa alumni dan mahasiswa S2 juga ikut bertanya mengenai progresifitas Lembaga Eksekutif Mahasiswa," ujar Zuljafri.

Dia menyatakan, dari MPM KM-Politeknik STTT Bandung sengaja menyelenggarakan Sidang Umum Mahasiswa ini untuk mengoreksi kinerja Lembaga Eksekutif Mahasiswa. Ada beberapa kinerja Lembaga Eksekutif Mahasiswa ini yang kurang tepat, sehingga peran mahasiswa harus dapat mengkritisi sikap Lembaga Eksekutif Mahasiswa yang kurang tepat. Disamping itu, MPM KM-Politeknik STTT Bandung juga menanyakan rekomendasi-rekomendasi yang sudah diajukan ketika Audit Per 3 Bulan dan Audit Program Kerja apakah sudah dilakukan atau belum.

"Mahasiswa umum juga dapat bertanya terkait keluhan-keluhan mahasiswa seperti kurikulum yang tidak sesuai, fasilitas penunjang kampus yang kurang memadai, dan kebijakan-kebijakan kampus yang dinilai kurang tepat diselenggarakan demi kebaikan mahasiswa," ucap Zuljafri.

Ketua Pelaksana Sidang Umum Mahasiswa KM-Politeknik STTT Bandung Mirza Aditya menambahkan, kendala yang terlihat sejauh ini oleh mahasiswa KM-Politeknik STTT Bandung adalah kurangnya intensitas komunikasi dua arah antara mahasiswa dan perguruan tinggi sehingga memunculkan stigma-stigma negatif untuk mahasiswa dan perguruan tinggi.

"Sidang Umum Mahasiswa KM-Politeknik STTT Bandung ini merupakan sarana komunikasi dua arah dimana mahasiswa dapat bertanya kepada Lembaga Eksekutif Mahasiswa terhadap aspirasi yang sudah diadvokasikan. MPM KM-Politeknik STTT Bandung sengaja mengundang Pembantu Direktur III untuk mendengarkan secara langsung keluhan-keluhan mahasiswa baik infrastruktur, akademik dan kebijakan kampus," papar Mirza.

Mirza berharap, dengan diadakannya Sidang Umum Mahasiswa KM-Politeknik STTT Bandung ini Lembaga Eksekutif Mahasiswa harus dapat mengevaluasi secara pribadi kinerjanya dan menjadi semangat baru untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa.

Mahasiswa umum juga kata Mirza, harus lebih perhatian lagi terhadap kinerja Lembaga Eksekutif Mahasiswa secara penuh dan tetap mengawal isu-isu mahasiswa bersama dengan semua elemen KM-Politeknik STTT Bandung.

"Harus ada komunikasi dua arah secara intens antara mahasiswa dan perguruan tinggi agar isu-isu mahasiswa ini dapat diselesaikan dengan tuntas," tambah Mirza. (Okky Adiana)


Editor : Doni Ramdhani