Mudik 2019, Dipastikan Tak Ada Kepadatan di GT Cikarut
Pemerintah, telah melakukan persiapan cukup maksimal untuk kelancaran arus mudik dan balik lebaran 2019 mendatang. Bahkan, langkah-langkah strategis pengamanan ritual tahunan ini telah dirancang jauh-jauh oleh jajaran lintas institusi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Purwakarta - Pemerintah, telah melakukan persiapan cukup maksimal untuk kelancaran arus mudik dan balik lebaran 2019 mendatang. Bahkan, langkah-langkah strategis pengamanan ritual tahunan ini telah dirancang jauh-jauh oleh jajaran lintas institusi.
Namun, di musim mudik tahun ini sepertinya bakal ada perubahan strategi. Hal itu, menyusul adanya peralihan Gerbang Tol Cikarang Utama (GT Cikarut) menjadi ke Cikampek utama yang dibangun tak jauh dari GT Kalihurip.
General Superintendent Jasa Marga Toll Road Maintainance, Otto Yahya Permana, menuturkan, selama ini titik yang dijadikan GT Cikampek utama, itu merupakan titik pertemuan arus dari Cipularang, Tol Jakarta Cikampek dan Cipali.
"Tujuannya dibukan GT Cikampek Utama sendiri tak lain untuk mengurai kemacetan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/5/2019).
Dia menjelaskan, kedepan beban kendaraan tak lagi tertumpu di GT Cikarang Utama. Karena, nantinya GT Cikampek Utama yang akan jadi corong pengatur lalu lintas.
Menurut dia, pada arus mudik lebaran 2019 nanti para pemudik yang menggunakan jalur tol dari arah Jakarta tidak akan lagi melakukan transaksi di GT Cikarut.
Hal itu, karena dengan berpindahnya gerbang tol utama yang bersifat terintegrasi di dua ruas tol Cipali dan Cipularang.
Adapun kedua gerbang itu tepatnya berada di Ruas Tol Cipali KM 70 dan Ruas Tol Cipularang KM 67, yang kini pembangunan masih berlangsung. Di dua gerbang tol utama tersebut, Otto menyebut akan ada 30 gerbang tol untuk bertransaksi.
"Di gerbang tol utama ada 14 dan yang gerbang satelit ada 16, jadi total ada 30 gerbang tol di dua jalur itu," jelas dia.
Dari jumlah tersebut, masing-masing gerbang tol utama mendapat tujuh gerbang yang bersifat reverseable atau bisa difungsikan dari kedua arah. Serta, ada delapan gerbang tol di setiap gerbang tol di dua ruas tol yang bersifat gerbang satelit atau gerbang tambahan.
Meski seluruh gerbang tol kini belum bisa digunakan dan masih dalam proses pembangunan, Otto meyakini pada arus mudik tahun ini masyarakat telah bisa menggunakannya.
"Kami akan fungsionalkan saat arus mudik tahun ini dengan harga yang terintegrasi. Sudah ada transaksi disini dan yang di GT Cikarut akan dihapus," pungkasnya. (Asep Mulyana)
Editor : JakaPermana

