MUI Kota Bandung: Laksanakan Salat Idulfitri Secara Menyebar
Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung mengimbau kepada masyarakat tentang Salat Idulfitri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung mengimbau kepada masyarakat agar melaksanakan salat Idulfitri secara menyebar di wilayah masing-masing. Langkah itu dilakukan untuk meminimalisasi potensi kerumunan dan penyebaran Covid-19.
Kepala Kemenag Kota Bandung Tedi Ahmad Junaedi mempersilahkan, masyarakat melaksanakan salat Idulfitri di lingkungan yang dekat dengan pemukiman sendiri dengan jumlah jemaah yang tidak banyak. Termasuk boleh melaksanakan salat Idulfitri di gang-gang pemukiman warga.
"Bisa 40 orang salat Idulfitri di gang-gang. Justru itu yang diharapkan, tidak tersentralisasi, terpecah. Silahkan musola menyelenggarakan. Masjid jami menyelenggarakan mangga," kata Ahmad di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (11/5/2021).
Menurut dia, pelaksanaan salat Idulfitri di lapangan pun dapat dilakukan dengan tetap menjaga dan memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, pelaksanaan khotbah yang disampaikan diharapkan tidak lebih dari 20 menit.
"Sejauh ini belum ada masjid-masjid yang mengajukan akan melaksanakan salat Idulfitri. Permohonan biasa diajukan kepada pemerintah tingkat kecamatan atau gugus tugas," ucapnya.
Ketua MUI Kota Bandung Miftah Faridl mengatakan, pihaknya menyediakan teks khutbah salat Idulfitri bagi khatib yang memerlukan. Teks yang dibuat dipastikan tidak seragam namun memuat nilai umum yaitu mensyukuri Idulfitri dan sabar dalam menghadapi musibah.
Menurutnya, bagi yang memerlukan bahan khotbah maka dapat menghubungi langsung MUI di tingkat kecamatan atau Kota Bandung. Sejauh ini, mereka yang meminta teks tersebut relatif tidak banyak sebab mayoritas pengkhotbah sudah terlatih dan biasa berkhotbah.
"Khotbah sudah disampaikan sesingkat mungkin, 20 menit, dan doa isi khotbah meningkatkan ketakwaan membuktikan keberhasilan saum menjadi takwa dan sabar dan membangun ukhuwah persaudaraan," kata Miftah. (yogo triastopo)
Editor : suroprapanca

