Mumtaz Pantas Dapat Rekomendasi DPP PAN

Menjelang masuk tahun 2020 pemilukada Sleman mulai dinamis. Tujuh partai politik di Kabupaten Sleman membentuk Koalisi Santun Bersatu. Tujuh parpol tersebut terdiri dari PAN, PKS, PPP, Golkar, Demokrat, PAN, PKB dan Nasdem.

Mumtaz Pantas Dapat Rekomendasi DPP PAN
Mumtaz Raiz. (Istimewa)

INILAH, akarta - Menjelang masuk tahun 2020 pemilukada Sleman mulai dinamis. Tujuh partai politik di Kabupaten Sleman membentuk Koalisi Santun Bersatu. Tujuh parpol tersebut terdiri dari PAN, PKS, PPP, Golkar, Demokrat, PAN, PKB dan Nasdem.

Meskipun berkoalisi, akan tetapi belum ada calon yang disepakati oleh koalisi tersebut. Sementara itu, PAN mungkin yang sedikit lebih taktis dalam proses penentuan kandidat yang akan diusung yaitu dengan sudah terbitnya rekomendasi DPP PAN yang menugaskan Ahmad Mumtaz Rais sebagai bakal calon Bupati Sleman.

Wakil Ketua DPD PAN Sleman R. Inoki Azmi Purnomo mengatakan bahwa Ahmad Mumtaz Rais sudah melakukan pendaftaran melalui DPD PAN Sleman. "Mas Mumtaz sudah melakukan pendaftaran mewakilkan kepada saya karena beliau sedang di luar negeri untuk tugas partai," terang Inoki, Ketua Timses Mumtaz Rais yang juga anggota DRPD Kab Sleman periode 2014-2019.

Berkaitan surat rekomendasi DPP PAN yang sudah turun diberikan kepada Mumtaz Rais, Inoki Azmi menuturkan bahwa DPP PAN dengan pertimbangan strategis berhak memutuskan hal tersebut.
"Saya lebih tertarik berbicara substansi, bahwa penunjukkan Mumtaz Rais ini pasti sudah menjadi pertimbangan matang DPP PAN. Kita di Sleman sudah tiga periode ini menang maka untuk pemilukada 2020 juga harus memilih kandidat yang kaliber dalam artian secara popularitas, akseptabilitas, elektabilitas dan kapasitas," kata Mantan Wakil Ketua DPRD Sleman ini.

"Dan ketika berbicara kriteria maka figur Mumtaz Rais sudah sangatlah tepat. Kami bersyukur ada tokoh nasional sekelas Mumtaz Rais yang punya rekam jejak mantan anggota DPR RI, lulusan Amerika dan sebagai Ketua DPP PAN tentu mempunyai jaringan nasional yang luas kerso turun gunung," ujar Inoki.

"Justru kalau menurut pandangan saya, kami di DPD PAN Sleman harus lebih intensif melakukan komunikasi politik dengan partai lain dan segera memutuskan pasangan calonnya supaya bisa segera bergerak melakukan sosialisasi mengingat PAN hanya memiliki 6 kursi sehingga untuk syarat
pendaftaran harus koalisi dengan partai lain," terang Inoki.

Inoki Azmi juga menghimbau bahwa topik yang diangkat ke publik jangan hanya berkutat masalah mekanisme prosedural akan tetapi berbicara kebutuhan dan aspirasi warga Sleman.

"Kalau diperkenankan untuk memberi sumbangsih pemikiran secara umum, kontestasi pemilukada Sleman ini jangan hanya sebatas mengangkat topik di publik hal terkait mekanisme akan tetapi lebih dari itu hendaknya kita bicara bagaimana memajukan Sleman, bagaimana membuat terobosan untuk Sleman dan tentu ujungnya adalah bagaimana terwujud peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman," tutup Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Kab Sleman 2014-2019. [Inilahcom]


Editor : Bsafaat