Musim Hujan, Harga Cabai di Kota Bandung Kian 'Pedas'

Memasuki musim hujan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mulai memantau harga sejumlah bahan pangan. Sebab, beberapa di antaranya kerap naik.

Musim Hujan, Harga Cabai di Kota Bandung Kian 'Pedas'
INILAH, Bandung - Memasuki musim hujan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mulai‎ memantau harga sejumlah bahan pangan. Sebab, beberapa di antaranya kerap naik.
 
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan e-Comerce Disdagin Kota Bandung, Iwan Rusmawan khawatir musim hujan ini beberapa harga bahan pangan yang berasal dari komoditas pertanian naik. Saat ini saja, terpantau harga cabai di pasaran naik. 
 
"Karena curah hujan cukup tingi ini dikhawatirkan harga cabai-cabaian, karena dari sananya susah juga, sudah mulai ada kenaikan," kata Iwan di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Bandung, Selasa (27/11/2018).
 
‎Dari hasil pemantauan terakhir, Iwan menyebutkan harga beragam jenis cabai di pasaran sudah naik hingga mencapai 38-40 ribu rupiah per kilogram. Sebelumnya, sambung dia, harga normal cabai berada di kisaran 32-34 ribu perkilogram.
 
‎Iwan pun menegaskan, langkah pertama Disdagin dan Satgas Pangan akan memastikan pasokan cabai untuk Kota Bandung bisa terpenuhi. Sebab, menurutnya, apabila fokus menekan harga dikhawatirkan stok cabai di pasaran justru tidak terkontrol.
 
"Tapi kenaikannya dalam tahap normal, kenapa naik karena faktor cuaca dan itu tidak bisa dilawan. Makanya tim satgas turun bagaimana pasokan ke kota bandung ada aja dulu, baru setelah ada pasokan, baru ada," terangnya.
 
Selain memastikan pasokan cabai tersedia, Iwan menyatakan Satgas Pangan beserta aparat kepolisian akan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah distributor dan suplier. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya penimbunan barang.
 
"Ada sidak, untuk distributor atau suplier yang nakal akan takut, kalau ada penimbunan atau kenaikan tidak wajar akan intervensi," tegasnya.
 
Iwan menambahkan, harga cabai di pasaran sangat fluktuatif, sehingga memerlukan perhatian serius agar harganya tidak sampai melambung tinggi.‎ "Cabai itu tahun sebelumnya sampai ke 50 sekian per kilo, akan kita tahan kalau bisa di bawah 45, karena cabai itu insidentil harganya," tandasnya.


Editor : inilahkoran