INILAH, Purwakarta- Seorang pelajar warga Kampung Citeko Kaler, RT 04/02, Desa Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, terkapar dengan kondisi mengenaskan di samping perlintasan kereta api sekitar stasiun Plered.
Dari beberapa anggota tubuhnya, terdapat luka menganga, bahkan kepalanya pecah akibat benturan benda keras. Menurut warga sekitar, pelajar yang diketahui bernama Agus itu meninggal seketika setelah terserempet Kereta Api Argo Parahyangan (Gopar) dari arah Jakarta menuju Bandung.
Informasi yang diperoleh INILAH dari pihak kepolisian, insiden tersebut terjadi Jumat dini hari sekitar pukul 01.02 WIB. Lokasi kejadian sendiri, tepatnya jalur KA KM 120 +941 Emplasemen Stasiun Plered.
Kapolsek Plered, Kompol Slamet Harijanto menuturkan, kejadian ini pertama kali diketahui oleh Kepala Stasiun Plered, Yuwono Kusdiyanto. Saat itu, saksi menerima telepon dari Pusat Pengendali dan memberitahukan bahwa ada informasi dari masinis KA jika ada orang tertabrak atau tertempar di jalur kereta api dekat Stasiun Plered.
"Selanjutnya saksi mengecek ke lokasi yang dituju. Dari hasil pengecekan, ternyata benar ada seorang anak laki-laki tergeletak di pinggir jalur rel dengan kondisi kepala korban pecah. Pihak KAI langsung melaporkan ke kami," ujar Slamet kepada wartawan.
Dari hasil pemeriksaan saksi lain, pihaknya mendapati informasi jika bocah tersebut sebelumnya bermain di sekitar rel kereta bersama empat orang teman sebayanya.
Empat temannya, saat itu rebahan di sebuah hamparan rumput tak jauh dari rel kereta. Sedangkan, bocah bernasib tragis ini malah tidur di bantalan rel KA. Ketiga anaknya, sempat menegur supaya Agus tak tiduran di atas bantalan rel, karena khawatir ada kereta yang melintas.
Namun, teguran dari empat temannya ini tak dia gubris. Kemudian empat orang temannya itu kembali tiduran di rumput dekat rel kereta api. Diduga, Agus ketiduran saat masih nerada di bantalan rel KA. Sehingga, korban tak menyadari ada kereta Argo Parahyangan dari arah Jakarta menuju Bandung itu.
"Menurut saksi, korban sempat terpental. Korban tewas seketika dengan kondisi mengenaskan," tambah dia.
Dia menambahkan, saat itu juga pihaknya langsung menghubungi keluarga Agus. Selanjutnya, jasad bocah tersebut dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta.