Naik Kelas type B sejak tahun 2020, Tapi Hydrant di RSUD Waled Baru Dianggarkan 2026

RSUD Waled Kabupaten Cirebon yang telah berstatus rumah sakit rujukan Tipe B selama lebih dari lima tahun ternyata belum memiliki sistem  kebakaran aktif.

Naik Kelas type B sejak tahun 2020, Tapi Hydrant di RSUD Waled Baru Dianggarkan 2026
RSUD Waled baru menganggarkan pengadaan hydrant pada taun ini meski telah berstatus Rumah Sakit Tipe B sejak 2020. DPRD mempertanyakan keterlambatan tersebut dan menilai keselamatan pasien harus menjadi prioritas.

INILAHKORAN.IDRSUD Waled Kabupaten Cirebon yang telah berstatus rumah sakit rujukan Tipe B selama lebih dari lima tahun ternyata belum memiliki sistem  kebakaran aktif yang menyediakan pasokan air bertekanan tinggi secara permanen (Fire Hydrant).

Pengadaan sistem hidran baru dianggarkan pada 2026 dengan nilai sekitar Rp1,6 miliar dan akan dilaksanakan melalui lelang terbuka.

Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana, membenarkan sistem Hydrant di rumah sakit yang dipimpinnya belum dapat difungsikan sepenuhnya. Menurutnya, jaringan instalasi menuju setiap ruangan hingga kini belum tersedia.

"Gedung instalasinya sudah ada. Tinggal sambungan instalasi dari hidran ke setiap ruangan yang belum ada. Tahun ini sudah dianggarkan dan akan segera dilelang," ujar Deni, Minggu (5/7/2026).

Meski demikian, Deni enggan menjelaskan alasan keterlambatan pengadaan tersebut. Dia beralasan belum genap satu tahun menjabat sebagai Direktur RSUD Waled sehingga tidak mengetahui proses yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai langkah antisipasi kebakaran, kata Deni, rumah sakit mengandalkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang telah dipasang di seluruh ruangan.

"Saat ini kami memiliki sekitar 120 APAR yang ditempatkan di setiap ruangan sebagai pengganti sementara sambil menunggu sistem hidran selesai," katanya.

Menurut Deni, ketiadaan sistem hidran yang berfungsi penuh tidak menjadi kendala saat RSUD Waled memperoleh peningkatan status menjadi rumah sakit Tipe B karena telah ditunjang APAR.

"Tidak masalah karena sudah tergantikan dengan APAR. Hydrantnya juga sedang dalam proses, meskipun memang waktunya cukup lama," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Kabupaten Cirebon, Sutadi Sukarya membenarkan  pengadaan sistem Hydrant RSUD Waled baru dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.

"Pengadaan Hydrant memang baru dilakukan tahun ini melalui mekanisme lelang terbuka dengan nilai sekitar Rp1,6 miliar," katanya.

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan, mempertanyakan keterlambatan pengadaan sistem Hydrant di RSUD Waled. Menurutnya, sebagai rumah sakit yang telah berstatus Tipe B sejak 2020, sistem proteksi kebakaran semestinya menjadi perhatian utama.

"Seharusnya Hydrant menjadi salah satu syarat penting dalam pemenuhan standar rumah sakit Tipe B. Kalau memang pengadaannya baru dilakukan sekarang, tentu ini menjadi pertanyaan besar," kata Aan.

Dia mengungkapkan, DPRD Kabupaten Cirebon telah mendorong pengadaan sistem hidran sejak 2020. Namun, usulan tersebut baru direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

"Sejak 2020 kami sudah mengusulkan agar Hydrant segera diadakan. Kenapa baru sekarang dianggarkan dan akan dilelang. Ini harus dijelaskan secara terbuka oleh manajemen RSUD Waled," pintanya.

Aan menilai, keterlambatan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi karena menyangkut keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung rumah sakit.

"Bagaimana kalau terjadi kebakaran. Ini bukan sekadar soal pengadaan, tetapi menyangkut sistem keselamatan di rumah sakit. Jangan sampai baru bertindak setelah terjadi musibah," jelas Aan

Dia menambahkan, dalam Standar Akreditasi Rumah Sakit pada aspek Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), rumah sakit diwajibkan memenuhi sistem proteksi kebakaran aktif. Ini meliputi APAR, Hydrant, sprinkler, dan pompa kebakaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Lah sekarang hanya ada APAR saja. Ini bagaimana bisa terjadi seperti ini. Manajemen rumah sakit harus menjelaskan ke publik," pungkas Aan.***


Editor : JakaPermana