Napak Tilas, Wagub Papua Kunjungi SMAN 1 Bandung
Senang dan bangga. Itulah yang dirasakan Klemen Tinal, Wakil Gubernur Papua yang meresmikan ruang multimedia dan peletakan batu pertama renovasi Masjid Al Ma’mur, SMAN 1 Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Senang dan bangga. Itulah yang dirasakan Klemen Tinal, Wakil Gubernur Papua yang meresmikan ruang multimedia dan peletakan batu pertama renovasi Masjid Al Ma’mur, SMAN 1 Kota Bandung.
Ya, Klemen adalah sosok yang istimewa, dia merupakan alumni Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 1 Bandung angkatan 1988 silam.
Klemen sendiri menimba ilmu di SMAN 1 Kota Bandung dari tahun 1985-1988. Sebelumnya ia memberikan bantuan seperangkat alat musik angklung dan keyboard dan diserahkan pada enam bulan yang lalu, saat acara reuni angkatannya.
Dirinya menyebutkan, bahwa hal itu merupakan bentuk tanggung jawab moril terhadap almamaternya yakni SMAN 1 Bandung. Salah satu faktor dirinya bisa sukses seperti sampai sekarang.
“Teman-teman saya dan guru di SMAN 1 Kota Bandung menerima saya dengan baik. Dahulu Papua disebut Irian Jaya. Sekarang serba modern. Situasi waktu itu sangat susah apalagi bagi anak-anak Papua untuk bisa bersekolah di luar Papua. Alhamdulillah diterima di SMAN 1 Kota Bandung. Selama sekolah di SMAN 1, ia memiliki banyak kenangan yang indah,” kata Klemen Tinal, Senin (29/1/2020) di SMAN 1 Kota Bandung, Jalan Juanda (Dago).
Klemen berkisah, saat itu ia pernah menjadi wakil ketua Organisasi Intra Sekolah (OSIS) SMAN 1 Bandung. Di samping itu ia pun aktif mengikuti kegiatan autodidak, belajar kepemimpinan. Bakat kepemimpinannya mulai terasah di situ. Termasuk aktif di ekstrakurikuker (ekskul) teater, (bersama Harry Roesli, alm, seniornya yang merupakan seniman ternama Indonesia) sebagai pijakan awal melatih kepercayaan dirinya.
“Kala itu saya pernah di tes untuk berperan menjadi orang gila di alun-alun Bandung,” kenangnya.
Ia pun berpendapat, penerimaan masyarakat Sunda selama tinggal di Bandung memiliki penghargaan terhadap dirinya yang sangat luar biasa. Orang Sunda itu memiliki sifat terbuka tidak diskriminatif.
“Sama seperti di kampung saya orang gunung (highlender) juga welcome, mengganggap seperti keluarga,” katanya, yang kala itu ia masuk jurusan IPA.
Hal itu merupakan pengalaman luar biasa yang didapatnya selama menimba ilmu di Bandung. Klamen pun kagum dan bangga dengan perkembangan SMAN 1 Kota Bandung saat ini yang banyak perubahan.
“Makin ke sini kualitasnya semakin bagus. Kita lihat sekarang SMAN 1 Bandung menjadi influence bagi Jawa barat bahkan Indonesia,” katanya.
Kepala SMAN 1 Kota Bandung Dadang Yani menambahkan, dia merasa bangga atas kepedulian Klemen dan alumni SMAN 1 Bandung. Banyak sekali kontribusi yang diberikan para alumni.
“Alhamdulillah hari ini kami mendapat anugerah ada peran alumni tahun 1988, yaitu Pak Klemen Tinal, yang waktu itu datang ke reuni nostalgia datang ke SMAN 1, enam bulan lalu,” kata Dadang.
Kata Dadang, secara spontanitas Klemen memberikan sumbangan alat kesenian, pembuatan ruang asam di laboratorium kimia. Sebagai bentuk penghargaan rencananya ruangan itu akan diberi nama ruangan Klemen Tinal.
“Waktu itu beliau pun menanyakan SMAN 1 Bandung memerlukan apa buat adik-adiknya. Saat saya menawarkan multimedia, ia pun menyambutnya. Alhamdulillah Pak Klemen Tinal mereliasisasikannya yang merupakan cita-cita kami memiliki ruang meultimwdia yang baik. Kalau dirupiahkan bisa lebih dari Rp 600 juta,” kata Dadang. (Okky Adiana).
Editor : Bsafaat

