Dolapirkan Ubedillah Badrun ke KPK, Gibran Mengaku Tak Akan Laporkan Balik

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa dirinya tidak akan melaporkan balik Ubedilah Badrun.

Dolapirkan Ubedillah Badrun ke KPK, Gibran Mengaku Tak Akan Laporkan Balik
Dolapirkan Ubedillah Badrun ke KPK, Gibran Mengaku Tak Akan Laporkan Balik

INILAHKORAN, Bandung – Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa dirinya tidak akan melaporkan balik Ubedilah Badrun.

Diketahui dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut, sebelumnya melaporkan Gibran Rakabuming Raka ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ubedilah Badrun melaporkan dua putra Presiden yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep atas dugaan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN).

Baca Juga: Minim Armada, DLH Kabupaten Cirebon Kewalahan Angkut Sampah

"Rasah, tekke wae lak bosen (tidak usah, didiamkan saja nanti kan bosan)," ucap Gibran Rakabuming Raka dikutip dari Antara, Sabtu, 15 Januari 2022.

Dia tidak melaporkan balik Ubedillah Badrun lantaran menurutnya yang penting sekarang dirinya harus bekerja.

"Fokus nyambut gawe wae (bekerja saja). Koyo ora nduwe gawean wae (seperti tidak punya pekerjaan saja), sibuk," ujarnya.

Baca Juga: Gage Diterapkan, Ribuan Kendaraan Diputar Balik

Gibran tidak merasa tercemar dengan pelaporan tersebut sehingga tidak perlu ada upaya pelaporan balik atas pencemaran nama baik.

"Aku nyolong (mencuri) ngono, tercemar," kata Gibran.

Sebelumnya diberitakan, tuduhan Ubedilah melakukan pelaporan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK.

Baca Juga: Baca Doa Ini Agar Meninggal Husnul Khatimah! Ustadz Ahmad Rizam: Niscaya Kembali Fitrah

Pelaporan itu dilakukan Ubedilah Badrun atas dugaan tindak pidana korupsi dan/atau tindak pidana pencucian uang.

Hal ini berkaitan dengan dugaan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) relasi bisnis anak Presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan.

Atas pelaporan itu, Gibran meminta agar Ubedilah Badrun membuktikan laporannya terlebih dahulu.

"Dibuktikan sik, aku salah po ra (saya salah atau tidak). Salah yo detik ini ditangkep wae ra popo (tidak apa-apa)," katanya.***


Editor : inilahkoran