Miris, Ibu Beranak Satu Korban KDRT Dipenjara Karena Kasus Ilegal Akses

Seorang ibu rumah tangga bernama Neira Jacqueline menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya yang berprofesi pelatih.

Miris, Ibu Beranak Satu Korban KDRT Dipenjara Karena Kasus Ilegal Akses
Keluarga dan pengacara korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mendatangi Polda Metro Jaya menuntut keadilan usai korban ditahan karena kasus ilegal akses.

INILAHKORAN, Bandung - Seorang ibu rumah tangga bernama Neira Jacqueline menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya yang berprofesi sebagai pelatih bela diri. Neira dikabarkan menjadi korban KDRT itu dianiaya suaminya berinisial MFH selama empat tahun.

"Mengalami kekerasan dalam rumah tangga selama empat tahun, sehingga Neira mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama. Kemudian KDRT itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya," ungkap kuasa hukum Neira, Odie Hudiyanto, dalam keterangannya Senin 24 Januari 2022.

Namun sangat disayangkan, laporan KDRT yang dilayangkan Neira masih mangkrak, bahkan dilempar ke Polres Depok. Padahal sejumlah bukti kekerasan yang diterima Neira dari MFH sudah dilampirkan. Termasuk bukti hasil visum, foto-foto luka di muka dan juga hasil tes psikologis. Laporan tersebut terdaftar di nomor LP/B/5981/XI/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 29 November 2021.

Baca Juga: Fakta-fakta Miris Nasib Pekerja dalam Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat, Disiksa hingga Diisolasi!

"(Laporan) Belum diapa-apain, gila gak. Dari Polda dilempar ke Depok dan diperiksa satu pun orang termasuk pelapor," kata Odie.

Ironisnya, justru saat ini Neira ditahan di Polda Metro Jaya sejak 16 Januari 2022. Dia harus mendekam di balik jeruji besi usai suaminya melaporkan Neira dengan tuduhan ilegal akses terhadap aku media sosial (medsos) milik pelapor.

Hal senada juga dikeluhkan oleh Neisa, adik kandung Neira. Ia mengeluhkan ada ketidakadilan hukum terhadap kakaknya. Akibatnya, saat ini kondisi mental kakaknya tengah terguncang, bahkan sampai depresi.

Ibu satu anak itu dijemput paksa dari kontrakan di Pulau Bali, dan langsung diterbangkan ke Jakarta untuk ditahan. Disebutnya sampai dengan saat ini, korban Neira masih bingung dengan apa yang menimpa dirinya.

"Dia (Neira) bingung kenapa jadi begini, saya ini korban, saya dipukulin, tapi kenapa saya yang ada di situ (penjara)," ungkap Neisa.***


Editor : inilahkoran